Label

Sabtu, 27 Juli 2013

Meramu Pupuk Hidroponik

 MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURANoleh:
Ir. Muharja, MP. - Widyaiswara BBPP Lembang 

bbppl-mhj.jpgSuksesnya berhidroponik banyak tergantung pada ramuan hara atau nutrisi yang diberikanan ke tanaman. Ramuan pupuk yang baik dapat menghasilkan sayuran segar, tegap, berpenampilan menarik, berkadar gizi tinggi, beraroma harum, bercita rasa tinggi, serta berharga jual yang relatif mahal.    
Keterampilan meramu pupuk hidroponik dapat disesuaikan dengan pemberian hara pada tanaman yang dibudidayakan, meramu sendiri pupuk yang akan diberikan pada tanaman yang dibudidayakan maka komposisi pupuk dapat disesuaikan.
bbppl meramu pupuk.jpgRamuan pupuk hidroponik sayuran ini dibagi dua yaitu untuk sayuran daun dan sayuran batang. Tanaman sayuran daun yang biasa dihidroponik antara lain: bayam, caisin, pakcoy, kangkung dan sebagainya, rasio nitrat/amonium (NO3- : NH4+) adalah 6 atau 6 per satu, artinya 6 (enam) Nitrat, dan 1 (satu) Amonium, sedangkan N total adalah 250 ppm. Dengan demikian konsentrasi Nitrat adalah 6/7 x 250 ppm atau 214 ppm dan Amonium 36 ppm. Jadi rasio antar hara  NO3: NH4 adalah 214 : 36.
 
Ada beberapa alasan mengapa penggunaan rasio amoniumnya relatif lebih besar yaitu amonium akan membuat sel-sel raksasa sehingga tanaman akan tumbuh cepat dan ukurannya besar. Daun yang terbentuk berukuran lebar dan evapotranspirasinya besar sehingga daya serap air dan hara meningkat, hanya saja daun yang berukuran besar akan peka terhadap penguapan dan sayuran mudah layu. Pertumbuhan vegetatif yang terpacu akan menghasilkan banyak daun dengan ukuran lebar, sehingga penampilan sayuran daun akan menarik. Pemberian nitrat dalam jumlah yang besar untuk menciptakan sel yang kompak, sehingga tanaman berdiri tegap, daya tahan tinggi terhadap serangan penyakit cendawan, banyak nitrat juga akan menimbulkan citra rasa yang baik.
 
Rasio Pospor dan Nitrogen (P : N) untuk sayuran daun 0,25 sedangkan P sebesar 0,25 x 250 ppm atau sama dengan 62 ppm. Dengan demikian ratio antara P : N adalah 62 :250. Mengapa penetapan rasio 0,25 pada tanaman sayuran yaitu 0,25 sudah cukup tinggi? karena P tidak banyak dibutuhkan dibandingkan unsur lainnya, karena sayuran daun tidak untuk menghasilkan bunga. Rasio 0,25 cukup merangsang pembentukan akar sehingga effisien, penyerapan hara menjadi optimal. Rasio 0,25 sudah cukup untuk kegiatan fotosintesa, pembentukan karbohidrat dan protein. Rasio tersebut juga memperkuat dinding sel sehingga mempunyai ketahanan terhadap serangan penyakit cendawan.
 
Rasio K : N (Kalium per Nitrogen), untuk tanaman sayuran daun adalah 1,2 atau konsentrasi K 1,2 x 250 ppm = 300 ppm. Dengan demikian rasio antara K : N untuk tanaman sayuran adalah 300 : 250. Dengan K yang besar ini akan membantu proses fotosintesa dan mengatur tranportasi karbohidrat kebagian-bagian tanaman yang memerlukannya sehingga terdapat pertumbuhan yang merata, juga dengan konsentrasi K yang cukup membuat penampilan warna daun merata pada seluruh helainya, penampilan sayur menjadi segar, tegar dan menarik.
 
 
 
Rasio Ca : N (Calsium : Nitrogen), untuk produksi tanaman sayuran daun adalah sebesar 0,7 sehingga konsentrasi Ca menjadi 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian rasio antar hara Ca : N adalah sebesar 175 : 250. Ada beberapa alasan menetapkan rasio Ca : N untuk tanaman sayuran daun sebesar 0,7 yaitu : daun akan terbentuk dengan baik, daun tidak bergelombang atau kriting karena berpengaruh pada pembelahan dan elongasi atau perpanjangan sel.  Sayuran menjadi renyah, walaupun ditanam pada saat banyak terjadi mendung, karena Ca memperkuat dinding sel. Ternyata sayuran mempunyai daya tahan yang cukup baik di supermaket.

bbppl-memupuk.jpgRasio Mg : N (Mangan per Nitrogen) yaitu sebesar 0,25 atau 0,25 x 250 ppm = 62 ppm. Dengan demikian rasionya adalah sebesar 62 : 250. Alasan menetapkan angka 0,25 adalah warna daun hijau berkilau, karena Mg merupakan inti dari kloropil, tanaman tetap kuat tahan terhadap serangan cendawan.
 
Rasio S : N (Sulplur per Nitrogen) yaitu untuk sayuran daun 110 ppm sehingga S : N  adalah 110 : 250 = 0,44 atau dibulatkan o,4. Alasan rasio terbut adalah dengan konsentrasi S cukup tinggi maka protein yang terbentuk cukup banyak, sehingga pertumbuhan tanaman cukup pesat. Sayuran akan memberikan aroma saat dimasak, karena unsur S merupakan inti dari minyak asiri yang memberi aroma, tingginya S(Sulplur) akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit cendawan.
 
Ramuan pupuk untuk sayuran batang dan daun, perhitungan rasio antar hara adalah sebagai berikut : Rasio Nitrat : Amonium yaitu 9 : 1 artinya sembilan nitrat dan satu Amonium, sementara N totalnya yaitu 250 ppm, dengan demikian konsentrasi nitrat adalah 9/10 x 250 ppm = 225 ppm.
 
Rasio P : N (Pospat per Nitrogen) adalah 0,3, sehingga konsentarasi P 0,3x 250 ppm = 75 ppm, dengan demikian ratio antara P : N yaitu 75 : 250. Konsentrasi K : N (Kalium : Nitrogen) 1,4, sehingga konsentrasi K sebesar 1,4 x 250 ppm= 350 ppm, dengan demimkian rasio antara K : N adalah 350 : 250.
 
Rasio Ca :N (Calsium : Nitrogen) yaitu 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian, ratio antara Ca : N sebesar 175 : 250, hal ini cukup memberikan kerenyahan bagi tumbuhan tersebut. Rasio Mg : N (Mangan : Nitrogen) sebesar 0,25 sehingga konsentrasi Mg untuk pemupukan tanaman sayuran batang dan daun sebesar 0,25 x 250 ppm = 62 ppm, dengan demikian, rasio antar hara Mg : N sebesar 62 : 250. Sedangkan rasio S : N (Sulplur : Nitrogen) dari perhitungan akhir didapatkan konsentrasi S untuk produksi sayuran daun dan batang yaitu 125 ppm, sehingga rasio S : N adalah 125 : 250=0,5.
 
Apabila dalam pembuatan ramuan pupuk hidroponik ini banyak menemukan kendala, terlebih dahulu harus banyak mengetahui kegunaan masing-masing pupuk kimia yang berkaitan dengan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebenarnya ramuan pupuk hidroponik sudah banyak yang telah jadi dan dijual di pasaran, kita tinggal mengencerkannya saja. Tidak ada salahnya kalau kita coba membuat sendiri, mungkin hasilnya lebih baik dan dari segi ekonomis bisa lebih murah.
 
Demikian materi tentang: “MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURAN“. Semoga dengan membuat ramuan pupuk hidroponik ini, adanya pengalaman baru, dan bisa jadi merupakan peluang usaha  yang cukup mengembirakan, tentunya kita harus benar-benar bisa memahami teknik meramu dengan baik.
 
 
Apabila ada hal yang belum jelas dapat menghubungi Bapak Ir. Muharja, MP (Widyaiswara BBPP Lembang) Telp. (022) 2786234-2789783, e-mail: central@bbpp-lembang.info.
Sort by:  Date  Rating 

Meramu Pupuk Hidroponik

 MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURANoleh:
Ir. Muharja, MP. - Widyaiswara BBPP Lembang 

bbppl-mhj.jpgSuksesnya berhidroponik banyak tergantung pada ramuan hara atau nutrisi yang diberikanan ke tanaman. Ramuan pupuk yang baik dapat menghasilkan sayuran segar, tegap, berpenampilan menarik, berkadar gizi tinggi, beraroma harum, bercita rasa tinggi, serta berharga jual yang relatif mahal.    
Keterampilan meramu pupuk hidroponik dapat disesuaikan dengan pemberian hara pada tanaman yang dibudidayakan, meramu sendiri pupuk yang akan diberikan pada tanaman yang dibudidayakan maka komposisi pupuk dapat disesuaikan.
bbppl meramu pupuk.jpgRamuan pupuk hidroponik sayuran ini dibagi dua yaitu untuk sayuran daun dan sayuran batang. Tanaman sayuran daun yang biasa dihidroponik antara lain: bayam, caisin, pakcoy, kangkung dan sebagainya, rasio nitrat/amonium (NO3- : NH4+) adalah 6 atau 6 per satu, artinya 6 (enam) Nitrat, dan 1 (satu) Amonium, sedangkan N total adalah 250 ppm. Dengan demikian konsentrasi Nitrat adalah 6/7 x 250 ppm atau 214 ppm dan Amonium 36 ppm. Jadi rasio antar hara  NO3: NH4 adalah 214 : 36.
 
Ada beberapa alasan mengapa penggunaan rasio amoniumnya relatif lebih besar yaitu amonium akan membuat sel-sel raksasa sehingga tanaman akan tumbuh cepat dan ukurannya besar. Daun yang terbentuk berukuran lebar dan evapotranspirasinya besar sehingga daya serap air dan hara meningkat, hanya saja daun yang berukuran besar akan peka terhadap penguapan dan sayuran mudah layu. Pertumbuhan vegetatif yang terpacu akan menghasilkan banyak daun dengan ukuran lebar, sehingga penampilan sayuran daun akan menarik. Pemberian nitrat dalam jumlah yang besar untuk menciptakan sel yang kompak, sehingga tanaman berdiri tegap, daya tahan tinggi terhadap serangan penyakit cendawan, banyak nitrat juga akan menimbulkan citra rasa yang baik.
 
Rasio Pospor dan Nitrogen (P : N) untuk sayuran daun 0,25 sedangkan P sebesar 0,25 x 250 ppm atau sama dengan 62 ppm. Dengan demikian ratio antara P : N adalah 62 :250. Mengapa penetapan rasio 0,25 pada tanaman sayuran yaitu 0,25 sudah cukup tinggi? karena P tidak banyak dibutuhkan dibandingkan unsur lainnya, karena sayuran daun tidak untuk menghasilkan bunga. Rasio 0,25 cukup merangsang pembentukan akar sehingga effisien, penyerapan hara menjadi optimal. Rasio 0,25 sudah cukup untuk kegiatan fotosintesa, pembentukan karbohidrat dan protein. Rasio tersebut juga memperkuat dinding sel sehingga mempunyai ketahanan terhadap serangan penyakit cendawan.
 
Rasio K : N (Kalium per Nitrogen), untuk tanaman sayuran daun adalah 1,2 atau konsentrasi K 1,2 x 250 ppm = 300 ppm. Dengan demikian rasio antara K : N untuk tanaman sayuran adalah 300 : 250. Dengan K yang besar ini akan membantu proses fotosintesa dan mengatur tranportasi karbohidrat kebagian-bagian tanaman yang memerlukannya sehingga terdapat pertumbuhan yang merata, juga dengan konsentrasi K yang cukup membuat penampilan warna daun merata pada seluruh helainya, penampilan sayur menjadi segar, tegar dan menarik.
 
 
 
Rasio Ca : N (Calsium : Nitrogen), untuk produksi tanaman sayuran daun adalah sebesar 0,7 sehingga konsentrasi Ca menjadi 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian rasio antar hara Ca : N adalah sebesar 175 : 250. Ada beberapa alasan menetapkan rasio Ca : N untuk tanaman sayuran daun sebesar 0,7 yaitu : daun akan terbentuk dengan baik, daun tidak bergelombang atau kriting karena berpengaruh pada pembelahan dan elongasi atau perpanjangan sel.  Sayuran menjadi renyah, walaupun ditanam pada saat banyak terjadi mendung, karena Ca memperkuat dinding sel. Ternyata sayuran mempunyai daya tahan yang cukup baik di supermaket.

bbppl-memupuk.jpgRasio Mg : N (Mangan per Nitrogen) yaitu sebesar 0,25 atau 0,25 x 250 ppm = 62 ppm. Dengan demikian rasionya adalah sebesar 62 : 250. Alasan menetapkan angka 0,25 adalah warna daun hijau berkilau, karena Mg merupakan inti dari kloropil, tanaman tetap kuat tahan terhadap serangan cendawan.
 
Rasio S : N (Sulplur per Nitrogen) yaitu untuk sayuran daun 110 ppm sehingga S : N  adalah 110 : 250 = 0,44 atau dibulatkan o,4. Alasan rasio terbut adalah dengan konsentrasi S cukup tinggi maka protein yang terbentuk cukup banyak, sehingga pertumbuhan tanaman cukup pesat. Sayuran akan memberikan aroma saat dimasak, karena unsur S merupakan inti dari minyak asiri yang memberi aroma, tingginya S(Sulplur) akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit cendawan.
 
Ramuan pupuk untuk sayuran batang dan daun, perhitungan rasio antar hara adalah sebagai berikut : Rasio Nitrat : Amonium yaitu 9 : 1 artinya sembilan nitrat dan satu Amonium, sementara N totalnya yaitu 250 ppm, dengan demikian konsentrasi nitrat adalah 9/10 x 250 ppm = 225 ppm.
 
Rasio P : N (Pospat per Nitrogen) adalah 0,3, sehingga konsentarasi P 0,3x 250 ppm = 75 ppm, dengan demikian ratio antara P : N yaitu 75 : 250. Konsentrasi K : N (Kalium : Nitrogen) 1,4, sehingga konsentrasi K sebesar 1,4 x 250 ppm= 350 ppm, dengan demimkian rasio antara K : N adalah 350 : 250.
 
Rasio Ca :N (Calsium : Nitrogen) yaitu 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian, ratio antara Ca : N sebesar 175 : 250, hal ini cukup memberikan kerenyahan bagi tumbuhan tersebut. Rasio Mg : N (Mangan : Nitrogen) sebesar 0,25 sehingga konsentrasi Mg untuk pemupukan tanaman sayuran batang dan daun sebesar 0,25 x 250 ppm = 62 ppm, dengan demikian, rasio antar hara Mg : N sebesar 62 : 250. Sedangkan rasio S : N (Sulplur : Nitrogen) dari perhitungan akhir didapatkan konsentrasi S untuk produksi sayuran daun dan batang yaitu 125 ppm, sehingga rasio S : N adalah 125 : 250=0,5.
 
Apabila dalam pembuatan ramuan pupuk hidroponik ini banyak menemukan kendala, terlebih dahulu harus banyak mengetahui kegunaan masing-masing pupuk kimia yang berkaitan dengan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebenarnya ramuan pupuk hidroponik sudah banyak yang telah jadi dan dijual di pasaran, kita tinggal mengencerkannya saja. Tidak ada salahnya kalau kita coba membuat sendiri, mungkin hasilnya lebih baik dan dari segi ekonomis bisa lebih murah.
 
Demikian materi tentang: “MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURAN“. Semoga dengan membuat ramuan pupuk hidroponik ini, adanya pengalaman baru, dan bisa jadi merupakan peluang usaha  yang cukup mengembirakan, tentunya kita harus benar-benar bisa memahami teknik meramu dengan baik.
 
 
Apabila ada hal yang belum jelas dapat menghubungi Bapak Ir. Muharja, MP (Widyaiswara BBPP Lembang) Telp. (022) 2786234-2789783, e-mail: central@bbpp-lembang.info.
Sort by:  Date  Rating 

Nugget Brokoli Penggoda Selera

PENGENALAN BROKOLI

bbppl-brokoliBrokoli (Brassica oleracea cv Broccoli) secara selintas mirip dengan kubis bunga. Warna kepala bunga ada yang hijau, ungu, putih, dan hijau muda, tergantung varietasnya. Tanaman brokoli dapat tumbuh pada lahan dengan ketinggian tempat sekitar 1.000 – 2.000 m dpl dengan iklim dingin atau sejuk. Pada varietas yang ditanam pada daerah iklim panas kuntum bunga membuka lebih awal dibandingkan dengan varietas yang ditanam pada daerah sejuk. Sedangkan tekstur tanah yang dikehendaki adalah tanah liat berpasir dan banyak mengandung bahan organik. Curah hujan harus berkisar antara 1.000-1.500 cm per tahun dan harus merata sepanjang tahun. Pada umumnya brokoli menyukai iklim yang dingin atau sejuk. Namun, ada beberapa varietas yang tahan pada iklim panas meskipun kuntum bunganya membuka lebih awal dibandingkan varietas yang ditanam di daerah beriklim sejuk. Oleh karena itu, kepala bunga varietas iklim panas cepat menjadi tidak kompak atau terpisah-pisah.
Brokoli tergolong ke dalam keluarga kubis-kubisan dan termasuk sayuran yang tidak tahan terhadap udara panas. Akibatnya, brokoli cocok ditanam di dataran tinggi yang lembap dengan suhu rendah, yaitu di atas 700 m diatas permukaan laut. Sayuran ini, juga tidak tahan terhadap hujan yang terus-menerus. Jika hal ini terjadi, tanaman brokoli menjadi kekuning-kuningan dan jika membusuk warnanya berbintik-bintik hitam. Daun dan sifat pertumbuhan brokoli mirip dengan bunga kubis. Bedanya, bunga brokoli berwarna hijau dan masa tumbuhnya lebih lama dari kubis bunga. Brokoli tersusun dari bunga-bunga kecil yang berwarna hijau, tetapi tidak sekompak bunga kubis. Demikian pula dengan tangkai bunganya yang lebih panjang. Dibandingkan dengan kubis bunga, setelah direbus tekstur brokoli akan terasa lebih lunak. Panen bunga brokoli dilakukan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bunganya mekar, dan sewaktu kropnya masih berwarna hijau. Jika bunganya telah mekar, tangkai bunganya akan memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning.
EFEK FARMAKOLOGI
Brokoli telah lama diketahui sebagai salah satu sayuran yang menyehatkan karena kandungan gizi didalamnya. Sayuran itu tak hanya mengandung antioksidan termasuk vitamin C, brokoli juga merupakan sumber alami asam folat. Asupan asam folat membantu mencegah penyakit hati. Sayuran berwarna hijau juga berpotensi dan melindungi untuk melawan perkembangan penyakit kanker.
Zat kimia sulforaphane yang terkandung di dalam brokoli, menurut peneliti, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri. Tanaman lain seperti bunga kol, tauge, kubis dan pak choi juga mengandung zat kimia ini. Tetapi dari keseluruhan sayur itu, brokoli memiliki kadar paling tinggi.
Cara kerja sulforaphane, menurut peneliti, arteri yang berbentuk melengkung lebih berisiko terserang penyakit karena kekurangan protein yang dikenal dengan Nrf2. Sementara arteri yang lurus, lanjut peneliti, dilindungi protein tersebut. Perlindungan ini akan mencegah sel-sel mengalami peradangan, indikasi awal perkembangan penyakit jantung.
Zat terkandung di dalam brokoli juga bermanfaat sebagai antioksidan. Adapun serat yang terkandung dalam brokoli bermanfaat untuk meningkatkan proses pencernaan makanan di dalam perut dan mempermudah pembuangan kotoran (feses). Disamping itu brokoli berkhasiat pula dalam proses penyembuhan penyakit kanker. Untuk disantap, perlu dimasak selama beberapa menit saja. Pemasakan yang terlalu lama akan mengurangi khasiat brokoli.

bbppl-brokolinuggetMANFAAT BROKOLI
 :
a) Meningkatkan daya kerja otak
Peneliti dari Royal Pharmaceutical Society membuktikan bahwa brokoli mengandung senyawa yang mirip dengan obat-obatan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah bentuk dementia (berkurangnya ingatan) yang paling umum dijumpai di kalangan orang tua yang disebabkan oleh enzim acetylcholinesterase. Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterase paling kuat.
b) Mengatur tingkat gula darah
Kandungan chromium di dalam brokoli dapat mengatur tingkat gula darah sehingga brokoli sangat disarankan untuk dikonsumsi penderita diabetes.
c) Menetralkan zat penyebab kanker
Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh menghilangkan atau menetralkan karsinogenik, zat penyebab kanker. Diketahui juga bahwa zatbekarotin di dalam brokoli mampu mencegah kanker usus besar dan payudara, kanker paru, kanker perut, kanker rahim, kanker mulut, kanker parynx dan kanker larynx
Kandungan yang bermanfaat yang terdapat dalam brokoli ini, yaitu :
Karotenoid, Sulforaphane, Pro Vitamin A, Seng, Vitamin C, Vitamin E, Kalsium, Zat Besi.
Selain vitamin, brokoli juga mengandung beragam mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Zat lain yang terkandung di dalam brokoli adalah sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein. Flvonoid dan serat terkandung juga memperkaya kandungan nutrisi dari brokoli. Kandungan vitamin C pada brokoli jumlahnya lebih banyak daripada jeruk? Kandungan kalsium brokoli juga lebih besar dibandingkan segelas susu, dan brokoli juga diketahui mengandung lebih banyak serat daripada sepotong roti gandum.
Cara mengkonsumsinya pun sangat mudah, bisa dimakan mentah, ditumis, dicampur sebagai salah satu bahan sop atau dikukus sebagai lalapan. Selain bisa dimakan mentah, brokoli bisa diolah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sayuran lain, brokoli kaya akan provitamin A/karotenoid, asam folat dan vitamin C. Sebagai satu pilihan olahan brokoli menu hidangan, maka dapat dibuat nugget brokoli.
CARA MAMBUAT NUGGET BROKOLI
a). Bahan dan alat yang dibutuhkan
Untuk membuat nugget brokoli, bahan-bahan yang dibutuhkan adalah :
  • 250 gr bunga brokoli yang masih berwarna hijau dan segar,
  • 200 gr daging dada ayam yang dicincang,
  • 50 gr tepung roti oranye,
  • 2 butir telur di kocok lepas,
  • 1 sendok teh garam,
  • 1 sendok teh merica bubuk,
  • 1 sendok teh gula pasir,
  • 1 sendok teh bawang putih bubuk,
  • 50 gr keju cheddar, 
  • Minyak goreng,
  • Pencelup: 2 butir putih telur,
  • Kocok Pelapis: 100 g tepung roti oranye,
  • Pelengkap : saus tomat dan saus cabai.
Alat yang diperlukan yaitu:
  • Baskom;
  • Pengaduk kayu;
  • Wajan;
  • Kompor;
  • Pisau;
  • Talenan;
  • Sealer;
  • Alat pengiris / Pencetak;
  • Peniris;
  • Parutan keju;
  • Loyang aluminium (22x22x3 cm);
  • Panci / dandang kukus;
  • Lemari es;
  • Plastik kemas;
  • Plastik anti panas.
b) Langkah Pembuatan :
1. Bersihkan / cuci brokoli, ambil / potong bagian bunganya menggunakan pisau, kemudian brokoli dikukus dan setelah itu dicincang halus
2. Campur brokoli, ayam, dan tepung roti, aduk rata. Masukkan telur yang telah dikocok, garam, merica, gula pasir, bawang putih dan keju, aduk kembali hingga rata.
3. Tuangkan adonan ke dalam loyang aluminium dialasi plastik anti panas yang beroleskan minyak goreng dan ratakan kira-kira 1,5 cm.
4. Kukus dalam dandang panas selama 30 menit atau sampai matang. Angkat dan dinginkan.
5. Cetak/potong nugget dengan ukuran 1,5 x 4 cm atau sesuai keinginan, dan celupkan ke dalam pencelup dari putih telur. Kemudian, gulingkan dalam pelapis tepung roti. Lakukan sampai nugget habis. Agar tepung roti tidak terlepas dan tetap renyah saat digoreng, lakukan pelapisan sebanyak 2 kali dan simpan dalam kulkas minimal 30 menit supaya nugget tetap renyah (bila tidak ingin langsung digoreng, nugget dapat dimasukkan ke dalam plastik kemas dan disealer lalu disimpan di frezzer).
6. Goreng nugget dalam minyak panas di atas api sedang sampai kering dan berwarna kuning kecokelatan, angkat dan tiriskan. Sajikan dengan saus tomat dan saus cabe
SELAMAT MENCOBA.......
DAFTAR PUSTAKA
1. Cahyono, Bambang. 2001. Kubis Bunga dan Broccoli. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
2. http://poliklinik.ipdn.ac.id/home/artikel-kesehatan/brokoliyangkayamanfaat
BROKOLI YANG KAYA MANFAAT
posted Feb 17, 2012, 4:10 PM by dr. Sri Dewi S.


3. http://www.tabloidnova.com/Nova/Sedap/Makanan/Nugget-Brokoli-Keju
Nugget Brokoli Keju
Jumat, 13 April 2012, Dahrani Putri

Si Merah Yang Menjanjikan

Pada suatu hari penulis berkunjung ke sebuah desa yang bernama CIBEUREUM, Kecamatan SUKAMANTRI, Kabupaten CIAMIS, Desa SUKAMANTRI yang merupakan daerah pegunungan di ketinggian 600-900 meter di atas permukaan laut, dengan mata pencaharian penduduk adalah bertani. Bila kita tiba disana maka akan melihat PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) yang diketuai oleh seorang pemuda bernama A.APILIN. Beliau seorang pelopor yang gigih dalam merintis berusaha tani hortikultura. Diantranya berusahatani Cabe raksasa (Benana). Beliau menjelaskan teknik budidaya Cabe Merah Benana yang cukup menjamin dalam meningkatkan kesejahteraan para petani di daerahnya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut; Cabe  merah berasal dari Amerika Latin, sedangkan perkembangan dan penanaman di Indonesia di daerah tegalan, sawah, dengan kisaran ketinggian 0 m sampai dengan ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, dengan suhu 26o sampai dengan 28oC, dengan kondisi tanah secara umum harus subur ber PH-6 sampai dengan 7.
bbppl-simerahBUDIDAYA CABE MERAH (BENANA)
Tanaman Cabe Merah raksasa (benana) dapat beradaptasi sangat luas mulai dari dataran rendah sampai ke dataran tinggi, untuk memperoleh hasil buah yang optimal dengan memiliki keunggulan mutu seperti tahan terhadap OPT, produktivitas tinggi, perlu memperhatikan penerapan teknologi budidaya yang baik.
PENGOLAHAN TANAH
•    Lakukan penggemburan tanah dengan cara mencangkul dengan kedalaman 20 cm sampai dengan 30 cm, kemudian lakukan perataan permukaan lahan / tanah.
•   Buatlah guludan dengan mengikuti arah utara, selatan dengan lebar 1,2 meter, tinggi guludan 30 cm sedangkan jarak antara bedengan 50 cm, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
PEMBERIAN KAPUR
•    Pemberian kapur dengan Kaptan / ziolit / dolomite sebanyak 1,5 ton sampai dengan 2 ton/hektar
•    Diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah bila tingkat keasaman (ph) rendah minimal 3 tahun sampai dengan 4 tahun sekali
PEMUPUKAN DASAR 
•    Pemberian pupuk dasar dalam bentuk pupuk organik yang sudah matang sekitar 2 minggu.
•    Pemberian pupuk anorganik NPK 10 hari sebelum penanaman dengan cara disebar / ditebar.
PEMASANGAN MULSA
•    Gunakan plastik mulsa hitam perak dengan ukuran lebar 100cm sampai dengan 125 cm
•    Warna perak menghadap ke atas sedangkan warna hitam menghadap ke bawah
•    Tarik ujung mulsa. Kuatkan, pasak penjepit pada ujung plastik mulsa bertempat pada ujung tiap guludan agar tidak mudah lepas
PEMBUATAN LUBANG TANAM
•    Buat lubang tanam bisa menggunakan sistem zigzag / segitiga atau dua baris secara berhadapan
•    Buat lubang tanam sesuai dengan jarak yaitu 50x70 cm (bila musim hujan) dan 40x50 cm (bila musim kemarau)
PENANAMAN
•    Penanaman dapat dilakukan pada pagi hari ataupun pada sore hari agar bibit tidak layu
•    Tanam bibit di bedengan pada lubang mulsa, sebatas leher akar dan tanah disekitarnya dipadatkan agar bibit berdiri tegak dan kuat
•    Lakukan penyiraman setelah penanaman
PENGAIRAN
•    Lakukan pengairan sesuai kebutuhan tanaman denagan tepat pada tangkai batang tanaman dengan menggunakan gayung
•    Kebutuhan interval satu minggu satu kali dimusim kemarau
•    Pada musim penghujan atur sistem pembuangan air jangan sampai tanaman tergenang air
PEMUPUKAN
•    Gunakan pupuk berdasarkan dosis yang telah ditentukan dengan rekomendasi setempat
•    Jenis pupuk yang digunakan adalah UREA, ZA, SP36 dan KCL
•    Waktu aplikasi pupuk dilakukan pada umur: 15, 28, 42 dan 60 hari setelah penanaman
PEMASANGAN AJIR
•    Pasang ajir sesegera mungkin setelah tanam
•    Tancapkan ajir dengan jarak 10 cm dari tanaman sedalam 15 cm sampai 29 cm dengan posisi miring keluar sehingga dapat menopang tanaman secara kuat
•    Ikat tanaman pada ajir dengan tali rapia / tali majun setelah tanaman berumur 30 sampai dengan umur 40 cm

PEROMPELAN / WIWIL
•    Lakukan perompelan / wiwil pada pagi hari
•    Lakukan perompelan / wiwil pada umur 10 -15 hari setelah tanam
PENGENDALIAN OPT
•    Lakukan pengamatan OPT secara berkala dengan mengambil contoh secara tepat
•    Perkirakan OPT yang perlu diwaspadai dan dikendalikan apabila mencapai ambang kendali dan lakukan pengendaliannya.  
PANEN
•    Hentikan penyemprotan pestisida sebelum panen
•    Panen dilakukan pada umur 70-80 hari setelah tanam dengan tingkat kematangan telah mencapai 80% dengan interval 3-7 hari
•    Cara panen dengan memetik dan menyertakan tangkai buahnya
•    Lakukan sortasi terhadap buah yang terserang OPT harus dimusnahkan
•    Bobot Cabe raksasa / Benana berkisar antara 12-18 buah /kg
Demikian hasil kunjungan singkat penulis mudah mudahan bermafaat dengan harapan tumbuhnya pionir yang gigih dalam pengembangan usaha tani, maupun pengolahan hasil pertanian yang berwawasan agribisnis dengan harapan kesejahteraan petani dapat meningkat, pembangunan lancar dan merata.

PENULIS: DRS JAJAT SUDRAJAT

Sehat Dengan Pewarna Pangan Alami

bbppl-pewarnaalamiLATAR BELAKANG
Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam produk pangan seperti pedang bermata dua. Penggunaan BTP dengan tepat dan dipastikan akan memberi manfaat positif bagi pengadaan produk pangan, sebaliknya apabila digunakan dengan cara yang kurang tepat dapat memicu kecurangan atau membahayakan keseHatan manusia.
Menurut definisi PerMenkes No. 722/Menkes.Per/IX/88, BTP adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan ingredient khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud sebagai teknologi pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan penyimpanan, atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut.
Tujuan penggunaan BTP adalah dapat meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi dan kualitas daya simpan, membuat bahan pangan lebih mudah dihidangkan, serta mempermudah penyiapan bahan pangan.
BTP yang diperkenankan untuk digunakan di Indonesia berdasarkan regulasi yang berlaku antara lain : a) Pewarna; b) Pemanis buatan; c) Pengawet; d) Antioksidan; e) Antikempal; f) Penyedap rasa dan aroma; g) Pengatur keasaman (pengasam, penetral dan pendapar); h) Pemutih dan pematang tepung; i) Pengemulsi, pemantap dan pengental ; j) Pengeras; k) Sekuestran.
PEWARNA PANGAN
Penentuan mutu bahan pangan pada umumnya sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti cita rasa, tekstur, dan nilai gizinya, juga sifat mikrobiologis. Tetapi, sebelum faktor-faktor lain dipertimbangkan, secara visual faktor warna tampil lebih dahulu dan kadang-kadang sangat menentukan, antara lain sebagai indikator kesegaran dan kematangan.
Sebagai salah satu bagian dari BTP, pewarna pangan menurut International Food Information Council Foundation / IFIC (1994) , adalah zat yang digunakan untuk memberikan atau meningkatkan warna suatu pangan, sehingga menciptakan image tertentu dan membuat produk lebih menarik. Menurut Depkes (1999) pewarna yaitu BTP yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada pangan. Produk pangan dengan nilai gizi sangat tinggi sekalipun akan sia-sia apabila tidak memiliki sisi yang menarik untuk dikonsumsi.
KLASIFIKASI
Pewarna makanan dapat dipilah atas dasar sumber serta pembuatannya, yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami ada yang berasal dari mineral dan ada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Pewarna alami tumbuh-tumbuhan didapat dari ekstrak pigmen tumbuh-tumbuhan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah ditemukan zat warna sintetis, karena penggunaanya lebih praktis dan harganya lebih murah, namun proses pembuatannya dilakukan melalui proses kimia.

PEWARNA PANGAN ALAMI
Untuk memberi daya tarik warna dalam makanan dengan nilai kesehatan yang lebih baik pewarna pangan alami mulai dilirik untuk dikembangkan. Pewarna alami tersebut diperoleh dengan jalan ekstraksi maupun melalui cara yang lain, yang ditangani oleh pabrikan, secara legal, diawasi dan mendapat izin dari pemerintah. Pewarna nabati adalah pewarna alami yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Sama halnya dengan pewarna sintetis, penggunaan pewarna alami pada bahan pangan perlu mengikuti petunjuk yang telah ada. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 722/Menkes/Per/IX/88, yang berisi tentang beberapa pewarna alami (natural colour) yang diizinkan oleh pemerintah, memuat perihal nama zat pewarna di Indonesia, nama asing nama makanan yang menggunakan zat pewarna, serta dosis maksimal untuk makanan yang bersangkutan.
bbppl-pewarnaalami2TANAMAN PENGHASIL PEWARNA MAKANAN
Tumbuhan mengandung zat gizi antara lain protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin, mineral, dan air. Selain itu juga mengandung zat non gizi atau zat minor antara lain serat, enzim, pigmen karoten, klorofil, flavonoid, dan senyawa bermanfaat lainnya. Kini, zat gizi dan non gizi telah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai pewarna makanan dan minuman.
Beberapa jenis tumbuhan penghasil zat pewarna untuk makanan dan minuman, yang dapat digunakan secara sederhana , antara lain yaitu:
1. Bayam Merah
Daun bayam merah merupakan proporsi terbesar dari tanaman untuk menghasilkan zat warna merah yang mudah larut dalam air. Cara pembuatannya yaitu daun bayam merah di cuci, kemudian dilumatkan dan diberi air secukupnya, kemudian diaduk-aduk lalu diperas, hingga diperoleh air ekstrak berwana merah. Banyak digunakan sebagai pewarna pada agar-agar.
2. Cabai Merah
Warna merah pada kulit cabai merah yang telah tua dan berwarna merah dapat digunakan sebagai pewarna bahan pangan yang memberikan warna merah. Caranya dengan mengeringkan cabai tersebut kemudian dihancurkan hingga menjadi serbuk dengan tingkat kehalusan tertentu. Serbuk ini akan memberikan warna merah, disamping rasa pedas.
3. Jambu Biji
Sebagai sumber pewarna adalah daunnya yang masih segar, air rebusan daun jambu biji berwarna cokelat kemerah-merahan. Banyak digunakan dalam pembuatan telur pindang juga pembuatan gudeg, caranya daun jambu biji diletakkan pada dasar kuali tanah liat atau wadah lainnya yang digunakan memasak gudeg.
4. Katuk
Daun katuk adalah bagian tanaman katuk yang berguna untuk membuat pewarna. Cara pembuatannya dengan membersihkan daun katuk yang masih segar, dicuci, dikeringkan, dilumatkan dengan ditambah air, lalu diperas dan disaring untuk menghasilkan pewarna hijau. Biasanya dipakai untuk pemuatan tape, kue.
5. Kopi
Buah kopi tua yang berwarna merah merupakan bahan utama dalam memperoleh zat pewarna dari kopi. Warna biji kopi yang telah disangrai dan diolah hingga menjadi bubuk berwarna hitam. Penggunaan bubuk kopi berwarna hitam memberikan pengaruh warna hitam pada minuman.
6. Keluwak
Buah keluwak tua merupakan sumber zat pewarana dari tanaman keluwak. Biji keluwak tua setelah dipanen kemudian diperam hingga kandungan racunnya hilang. Isi biji keluwak itulah yang dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dan memberikan warna hitam pada masakan rawon.
7. Kunyit
Penyiapan pewarna kunyit dapat dilakukan dengan cara membersihkan rimpangnya, dikupas kulitnya, dicuci bersih. Kemudian dilembutkan dengan cara diparut atau diblender, ditambah air secukupnya dan diperas. Air perasan kunyit ini akan memberikan warna kuning. Banyak digunakan dalam pembuatan nasi kuning.
8. Pandan Wangi
Bagian dari tanaman pandan wangi yang berguna sebagai sumber pewarna adalah daunnya. Caranya diambil daun pandan tua yang belum mengering, dicuci, dirajang hingga lembut, untuk memudahkan pelumatan. Pada waktu pelumatan perlu penambahan air secukupnya. Air hasil pelumatan disaring dengan kain penyaring, sehingga diperoleh ekstrak daun pandan yang menghasilkan pewarna hijau, untuk pembuatan kue.
9. Tomat
Sebagai sumber pewarna dapat dimanfaatkan buah tomat masak yang berwarna merah atau kekuning-kuningan. Buah tomat masak dibuang tangkai dan kulitnya, dibersihkan, dipotong kecil lalu diblender. Setelah itu dipisahkan antara cairan dan bahan padatnya. Kedua bahan tersbut dapat dimanfaatkan sebagai campuran pangan penambah warna pada masakan maupun minuman.
10. Ubi Jalar
Daging ubi merupakan bagian tanaman yang berguna sebagai sumber pewarna alami. Pemanfaatan pewarna dari ubi jalar caranya dengan mencampurkan daging ubi jalar dengan bahan pangan yang akan diwarnai, sebelumnya daging ubi jalar dikukus dulu hingga lunak untuk memudahkan saat pencampuran. Dapat memberikan warna ungu, kuning tergantung warna dari daging ubinya. Biasa digunakan dalam pembuatan kue.
11. Wortel
Bagian tanaman yang dipergunakan sebagai pewarna makanan adalah umbinya. Umbi wortel dikerok kulitnya, jika yang digunakan adalah larutan wortel maka sejak awal umbi wortel diproses dengan ekstrak juicer. Sehingga akan dihasilkan cairan berwarna merah jambu yang dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai pewarna minuman.

DAFTAR PUSTAKA
1. C. Hanny Wijaya dan Noryawati Mulyono, 2009. Bahan Tambahan Pangan, PEWARNA,Penerbit IPB Press, Bogor
2. Setjo Pitojo dan Zumiati 2009. Pewarna Nabati Makanan, Penerbit Kanisius. Yogyakarta
3. Wisnu, Cahyadi, 2008. Bahan Tambahan Pangan. PT Bumi Aksara, Jakarta

Membuat Parsel Tanaman


bbppl-parsel1Secara umum parsel diberikan untuk mengungkapkan adanya perhatian. Perhatian tersebut dapat berupa perhatian yang bersifat gembira atau bahagia, misalnya parsel yang dikirim pada saat hari raya, parsel ulang tahun atau sebagai ucapan selamat atas pembukaan kantor baru. Bisa juga untuk mengungkapkan rasa bersalah atau permintaan maaf atas kejadian yang tidak diinginkan maupun tanda simpati terhadap seseorang yang sedang sakit.
Tradisi mengirim parsel telah lama berlangsung, terutama di hari raya. Umumnya parsel yang banyak ditawarkan yaitu parsel makanan, baik makanan kaleng maupun buah segar, atau parsel peralatan rumah tangga. Parsel tanaman akan mempunyai makna yang dalam bila orang yang menerima menyukai tanaman. Tanaman dapat dipajang atau sebagai hiasan di ruang tamu. Tanaman obat pun dapat dirangkai menjadi parsel pada saat kita mengunjungi orang sakit.
Parsel tanaman terdiri dari satu atau beberapa tanaman yang dirangkai sehingga mempunyai penampilan yang menarik. Beberapa tahun belakangan ini parsel tanaman telah mulai digemari, agar pemberian parsel ini bermanfaat, maka pengusaha atau pengirim parsel perlu menyertakan tips cara merawat tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh lebih lama dan bukti perhatian dan kasih sayang pun bertahan lama.Parsel tanaman masih terbilang jarang di Indonesia.
A.    JENIS PARSEL
1.    Parsel Hari Raya
Pada hari raya Idul Fitri, jenis tanaman yang digunakan untuk rangkaian parsel tidak dibatasi, artinya semua jenis tanaman dapat digunakan pada rangkaian ini, sebagai simbol hari raya ini digunakan ketupat, pita, kartu lebaran, beduk atau aksesori lainnya. Nuansa warna yang biasa dihadirkan yaitu hijau, putih dan kuning.
Pada Hari Natal dan Tahun Baru nuansa yang dihadirkan biasanya hijau dan merah, tanaman yang merupakan simbol hari raya ini adalah kastuba dan cemara, aksesorinya berupa pita, lonceng atau kartu ucapan.
Pada Hari raya Imlek atau Tahun Baru Cina parsel tanaman yang dikirimkan biasanya adalah jeruk kit yang berbuah banyak yang menjadi simbol adanya rezeki yang berlimpah. Bisa juga dikirimkan bambu emerald yang diyakini sebagai tanaman pembawa rezeki.
2.    Parsel Ulang Tahun atau Ucapan Selamat
Jenis tanaman yang dipilih disesuaikan dengan hobi atau kegemaran orang yang akan menerima, selain itu jenis tanaman dan aksesorinya dapat dipilih sesuai dengan tujuan pemberian, misalnya untuk anak muda yang sedang jatuh cinta dapat memilih tanaman berwarna merah atau merah muda.
3.    Parsel Peresmian Kantor
Jenis tanaman tidak dibatasi tetapi perlu disesuaikan dengan lingkungan kantor tersebut, bila halamannya luas, dapat dikirim tanaman buah yang cukup besar, tapi bila lingkungan kantor tidak memungkinkan, dapat dikirim dekorasi di dalam ruang kantor seperti tanaman ficus, aglaonema dan lain-lain.
4.    Parsel Simpati untuk Orang Sakit
Parsel tanaman hias yang berbunga indah dapat dimanfaatkan sebagai penyegar dan penghias ruangan di tempat orang yang sakit, kondisi ruangan yang menyenangkan diharapkan dapat membantu proses penyembuhan suatu penyakit.
Selain tanaman berbunga, kepada orang yang sakit, terutama yang tidak dirawat di rumah sakit, dapat diberikan parsel tanaman obat bila kita mengetahui jenis penyakitnya, jenis tanaman obat disesuaikan dengan penyakit yang sedang diderita. Parsel tanaman obat dapat terdiri dari rangkaian beberapa tanaman atau dapat pula ditambahkan bahan yang dapat langsung dikonsumsi, misalnya simplisia (bahan kering) atau kapsul tumbuhan obat serta tips cara pembuatannya.
bbppl-parsel2B.    ALAT DAN BAHAN PEMBUATAN PARSEL
Alat dan bahan untuk pembuatan parsel tanaman adalah sebagai berikut :
1.    Jenis Tanaman
a.    Tanaman Hias
-    Tanaman hias bunga, misalnya anggrek, mawar, krisan, lily, gloxinia, gerbera, azalea, adenium, petunia, violces.
-    Tanaman hias daun, misalnya kaktus dan sukulen, begonia, marantha, dracaena, kastuba, peperomia, ficus, suplir, aglaonema.
b.    Tanaman Buah
Sosok tanaman buah tergolong besar maka perlu seleksi jenis dan ukuran tanaman, tanaman tersebut juga umumnya ditempatkan dalam pot atau drum. Banyak jenis tanaman buah yang dapat dijadikan parsel, terutama tanaman buah dengan bentuk tajuk dan warna buah yang menarik, misalnya jeruk, mangga apel, belimbing, jambu air, jambu bangkok, sawo dan rambutan.
c.    Tanaman Obat
Pemahaman penyakit dan tanaman obat diperlukan dalam merangkai parsel ini, oleh karenanya sebaiknya parsel ini dipesan di kebun obat atau klinik herbal.
2.    Peralatan yang Digunakan
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan parsel umumnya sederhana dan mudah diperoleh, diantaranya : gunting tanaman untuk merapikan, lap kain, spon dan kuas kecil untuk membersihkan serta hand sprayer untuk menyiram atau membasahi tanaman agar tampak segar. Peralatan untuk pembuatan parselnya sendiri adalah : gunting atau cutter untuk memotong aksesori, isolasi, double tip atau lem untuk menempelkan aksesori.
3.    Wadah
Wadah berupa pot mapun keranjang rotan merupakan pendukung utama parsel, ukuran pot disesuaikan dengan ukuran tanaman. Keranjang digunakan sebagai pemanis dan sekaligus untuk menempatkan beberapa macam tanaman, keranjang dapat dipilih yang terbuat dari rotan, bambu atau kayu.
4.    Aksesori
Agar penampilannya lebih cantik, parsel sebaiknya diberi aksesori seperti pita, plastik bercorak, boneka atau patung kecil, pernak-pernik hari raya, kapas, kain atau selendang batik.
C.    MERANGKAI PARSEL
Secara teknis cara merangkai meliputi rangkaian tunggal dan rangkaian gabungan.
1.    Rangkaian Tunggal
Rangkaian ini merupakan rangkaian pot tunggal dengan tanaman yang sudah cukup bagus, baik karena bunga, daun atau bentuk tajuknya. Selain itu, ukuran tanaman pun mempengaruhi penentuan rangkaian tunggal, misalnya tanaman buah yang mempunyai sosok cukup besar tidak mungkin digabungkan dengan tanaman lainnya. Tahap merangkainya adalah sebagai berikut :
-    Pilih tanaman yang bunga, daun atau tajuknya menarik, kondisi tanaman harus sehat. Daun yang kering dibuang dan daun yang kotor dibersihkan.
-    Pilih wadah yang sesuai, dapat digunakan pot biasa dari plastik atau gerabah maupun keramik, kemudian tanaman dimasukkan dalam pot dan diatur hingga rapi. Untuk mempercantik penampilan, pot dapat dimasukkan ke wadah yang estetis.
-    Beri aksesori yang sesuai dengan tema, misalnya pita ketupat untuk parsel Idul Fitri atau lonceng untuk parsel Natal.
-    Sertakan kartu tips dan atau kartu ucapan.
2.    Rangkaian Gabungan
Rangkaian gabungan dipilih karena sosok tanaman yang lebih menarik dirangkai lebih dari satu tanaman, ukuran tanaman yang kecil atau akan dibuat rangkaian terarium. Dibutuhkan keterampilan dalam merangkai beberapa tanaman. Cara merangkainya adalah sebagai berikut :
-    Pilih tanaman yang sejenis atau beberapa jenis dengan warna atau karakter tanaman yang serasi.
-    Pilih keranjang atau wadah lain yang sesuai, baik ukuran maupun bentuknya, untuk menempatkan tanaman.
-    Beri aksesori sesuai dengan tema dan sertakan kartu tips dan atau kartu ucapan.
3.    Terarium
Tanaman yang digunakan sebaiknya tanaman hias daun yang tahan hidup pada kondisi cahaya ruangan dan berukuran kecil serta pertumbuhannya lambat. Dalam pembuatan terarium perlu ditetapkan tema dan harus diperhatikan gradasi atau variasi, kontras dan keseimbangan. Gradasi atau variasi dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman yang bervariasi ketinggiannya. Sebaiknya digunakan elemen yang kontras sehingga menjadi pemanis sekaligus pusat perhatian, contohnya menggunakan tanaman yang memiliki bentuk, tekstur dan atau warna yang berbeda. Tahap pembuatannya adalah sebagai berikut :
-    Siapkan semua alat, wadah, media tanam dan tanaman yang akan digunakan, sebaiknya tanaman disiram terlebih dahulu.
-    Masukkan kerikil, batu kecil dan zeolit kasar, kemudian masukkan sphagnum moss tepat di atas batu kerikil lalu masukkan arang setebal 1 cm, setelah itu masukkan media tanam seperti kompos yang dicampur pasir (perbandingan 1 : 1) dengan ketebalan 70-80% dari total volume media. Tambahkan zeolit halus atau pasir di atas media kompos secukupnya, buat kontur permukaan media dan lubang tanam.
-    Masukkan tanaman satu persatu, agar tanaman bisa berdiri tegak, padatkan media di sekitarnya.
-    Masukkan batu-batu kecil atau pasir halus dan aksesori lain seperti patung kecil, kolam dari gelas kecil kemudian siram dengan menggunakan sprayer.
-    Bersihkan dan keringkan wadah terarium dengan lap atau tisu.
-    Beri aksesori seperti pita, kartu tips pemeliharaan terarium dan kartu ucapan.
4.    Membuat Kartu Tips
Tips dapat ditulis pada kartu yang banyak dijual di toko buku atau dibuat sendiri. Kartu-kartu tersebut umumnya menggunakan kertas yang bagus dan bergambar. Di bagian dalam biasanya ada bagian yang kosong dan dapat ditulis tips merawat tanaman atau tips penggunaan tanaman obat. Kartu tips ini dapat diletakkan di antara tanaman atau diberi pita dan diikat pada wadah tanaman.
Pembuatan parsel tanaman sebaiknya dilakukan pada hari yang sama dengan hari pengiriman, dengan demikian waktu antara merangkai dengan pengiriman tidak terlalu lama. Hal yang dikhawatirkan yaitu tanaman akan layu, sebaiknya sebelum dirangkai tanaman dalam kondisi cukup air.
Pengangkutan yang hati-hati sangat penting, terutama pada parsel terarium, sebaiknya terarium dimasukkan ke dalam boks, kardus atau kotak karton yang kuat untuk melindungi wadah gelas agar tidak pecah. Ruang-ruang kosong di dalam boks perlu diganjal dengan potongan kertas, spon atau styrofoam agar terarium tidak goyang. Selanjutnya penanganan parsel dalam pengiriman harus dilakukan dengan hati-hati.
bbppl-parsel3D.    TIPS MERAWAT TANAMAN PARSEL
Tips perawatan sangat penting agar tanaman yang dikirim tidak mati, namun perawatan disini hanya sebagai petunjuk praktis. Apabila ingin perawatan yang lengkap, buku mengenai tanaman tersebut dapat disertakan dalam parsel yang dikirimnya. Secara garis besar, tips pemeliharaan tanaman parsel adalah sebagai berikut :
1.    Tanaman Hias Bunga
Tanaman berbunga sangat baik digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan, baik pada hari-hari istimewa maupun pada hari biasa. Namun demikian bunga-bunga tersebut akan layu dan gugur karena telah berakhirnya masa berbunga atau kondisi ruangan. Pada umumnya cahaya dalam ruangan tidak mencukupi untuk merangsang tanaman berbunga kembali. Oleh karena itu tanaman perlu dikeluarkan dari ruangan dan ditempatkan serta dipelihara di tempat yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan tumbuhnya. Pada waktu berbunga kembali, tanaman dapat digunakan lagi untuk mempercantik ruangan. Perawatan yang perlu dilakukan terutama adalah penyiraman, pemangkasan dan pemupukan serta menempatkan tanaman di lingkungan yang sesuai suhu, kelembaban maupun pencahayaannya dengan kebutuhan tanaman tersebut.
2.    Tanaman Hias Daun
Tanaman hias daun relatif lebih tahan lama berada dalam ruangan. Semakin tebal helaian daunnya, semakin lama bertahan di dalam ruanngan. Setelah 1 atau 2 minggu, tanaman hias ini perlu dikeluarkan dari dalam ruangan agar mendapatkan sinar matahari langsung. Beberapa tanaman hias daun seperti ficus dan dracaena dapat beradaptasi dengan kondisi ruangan tanpa harus dikeluarkan.
Penempatan tanaman di dalam ruangan perlu disesuaikan dengan kebutuhan cahaya tanaman tersebut. Tanaman yang menyukai sinar matahari yang melimpah seperti kaktus, lidah mertua, cordyline dan sukulen sebaiknya diletakkan di dekat jendela atau pintu. Tanaman yang membutuhkan cahaya sedang seperti aglaonema, anthurium dan marantha dapat diletakkan di dekat jendela yang menghadap ke arah timur atau barat. Tanaman yang membutuhkan cahaya sedikit seperti philodendron dan palem chamaedonea dapat diletakkan di dalam ruangan yang tidak memperoleh sinar matahari langsung. Perawatan yang perlu dilakukan adalah penyiraman, pemangkasan dan pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
3.    Terarium
Terarium sebaiknya diletakkan di dalam ruang yang cukup mendapat cahaya matahari tetapi tidak langsung mengenai dinding wadah. Secara umum tanaman terarium membutuhkan kondisi media tanam lembab tetapi tidak sampai tergenang air. Perlu dilakukan penyiraman secara periodik seminggu sekali, untuk tanaman terarium yang wadahnya tertutup, penyiraman cukup dilakukan 2-6 bulan sekali, tergantung kondisi kelembaban di dalam wadah dan media. Pemangkasan daun dan ranting dilakukan jika tanaman tumbuh berlebih sehingga memenuhi ruang di dalam bejana kaca atau menampilkan pemandangan yang kurang indah. Pemangkasan dilakukan dengan menggunting dahan atau ranting tanaman yang tidak dikehendaki atau telah kering. Selain itu debu dan kotoran sering menempel pada wadah terarium, oleh karenanya perlu dilakukan pembersihan secara periodik.
4.    Tanaman Buah
Bagi penerima parsel, tanaman buah dapat dibiarkan dalam pot atau dipindahkan untuk ditanam di halaman. Penempatan tanaman sebaiknya di tempat yang cukup cahaya matahari. Penyiraman perlu dilakukan bila tidak turun hujan setiap hari atau dua kali sehari bila cuaca cukup panas, penyiraman dilakukan pada pagi dan atau sore hari. Pupuk organik dan anorganik perlu diberikan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan oleh jenis tanaman buah yang diberikan.
5.    Tanaman Obat
Tanaman obat sebaiknya ditempatkan di tempat terbuka, terkena sinar matahari pada pagi hari, misalnya di teras atau di bawah pohon. Penyiraman harus dilakukan secara teratur disesuaikan dengan kondisi cuaca. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos setiap 3-4 bulan sekali.

SUMBER PUSTAKA
Arifin, Hadi Susilo. 2004. Tanaman Hias Tampil Prima. Penebar Swadaya. Jakarta.
Arifin, Nurhayati H dan Agus Handoko. 2004. Terarium. Penebar Swadaya. Jakarta.  
Arifin, Nurhayati H dan Endah Lasmadiwati. 2004. Ungkapkan Dengan Parsel Tanaman.
    Penebar Swadaya. Jakarta.
Iswari, Diah. 2002. Membuat Aneka Parsel. Puspa Swara. Jakarta.
Redaksi Trubus. 2003. Kunci Membuahkan Tabulampot. Penebar Swadaya. Jakarta.