Tampilkan postingan dengan label Info Terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Terkini. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Juli 2014
Minggu, 01 Juni 2014
PERAN PENYULUH PERTANIAN
Banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian menunjukkan demikian besar peranan sektor pertanian dalam menopang perekonomian dan memiliki implikasi penting dalam pembangunan ekonomi ke depan.Untuk membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas. Lebih dari itu, tersedianya SDM yang berkualitas merupakan modal utama bagi daerah untuk menjadi pelaku (aktor), penggerak pembangunan di daerah. Karena itu untuk membangun pertanian, kita harus membangun sumber daya manusianya. SDM yang perlu dibangun di antaranya adalah SDM masyarakat pertanian (petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian), agar kemampuan dan kompetensi kerja masyarakat pertanian dapat meningkat, karena merekalah yang langsung melaksanakan segala kegiatan
usaha pertanian di lahan usahanya. Hal ini hanya dapat dibangun melalui proses belajar dan mengajar dengan mengembangkan sistem pendidikan non formal di luar sekolah secara efektif dan efisien di antaranya adalah melalui penyuluhan pertanian.Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahanya, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian.
DINAMIKA PENYELENGGARAAN PENYULUHAN
Kegiatan penyuluhan pertanian di Indonesia dilaksanakan oleh Departemen Pertanian resmi dimulai 1 Januari, 1905. Di daerah, tugas tersebut dilaksanakan oleh Pangereh Praja atas perintah kepada petani. Pada tahun 1921, kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh Dinas Penyuluhan Pertanian, dalam bidang tanaman pangan dan perkebunan, disamping perkereditan (Abbas 1995).
Gerakan penyuluhan pertanian di Indonesia, diprakarsai oleh pemerintah, berbeda dengan gerakan penyuluhan di Inggris dan Amerika yang diprakarsai oleh masyarakat. Sejak awal, kegiatan penyuluhan pertanian di Indonesia, diposisikan sebagai instrumen untuk mensukseskan program-program pemerintah. Periode (1945-1959), penyuluhan diintegrasikan dengan Rencana Kesejahteraan Istimewa (RKI). Penyuluhan pertanian dicirikan oleh pendirian Balai Pendidikan Masyarakat Desa (BPMD). Kegiatannya mendidik masyarakat desa dengan menggunakan sistem penyuluhan tetesan minyak. Periode (1959-1963) penyuluhan pertanian dengan sistem tetesan minyak, yang dicirikan oleh meningkatkan partisipasi petani secara sukarela, diubah menjadi gerakan massa. Penyuluhan diintegrasikan dengan gerakan swasembada beras. Permasalahan kekurangan pangan yang menonjol dalam periode ini, dipecahkan dengan penyebar luasan penggunaan teknologi, melalui kegiatan penyuluhan pertanian.
Periode (1966-1986) merupakan periode keemasan. Periode sebelum tahun 1986 menempatkan penyuluhan pertanian dalam koordinasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan pendekatan sistem Latihan dan Kunjungan (LAKU). Kegiatan penyuluhan cukup efektif dengan pendekatan pola pembangunan yang sentralistis. Hal ini dilihat dari tercapainya swasembada beras pada tahun 1984. Hal ini dianggap puncak prestasi penyuluhan pertanian di Indonesia (Vitayala at al. 1998). Dari tahun 1984 hingga tahun 1991 penyuluh pertanian dikelola oleh Sekretariat Badan Pengendali BIMAS, untuk mempermudah mobilisasi Penyuluh Pertanian dalam pencapaian sasaran intensifikasi dengan pendekatan sistem kerja LAKU. Selama periode ini penyuluhan pertanian dipergunakan sebagai instrumen untuk memecahkan masalah kelangkaan pangan khususnya beras. Dalam periode ini telah muncul gejala-gejala krisis penyuluhan pertanian di Indonesia Periode (1991-2000) dikeluarkan Surat Keputusan Bersama Mendagri dan Mentan Nomor: 539/kpts/LP.120/7/1991 dan Nomor: 65 Tahun 1991 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian di daerah, yang menyerahkan urusan penyuluhan pertanian kepada pemerintah daerah. Pada periode ini kondisi penyuluhan pertanian semakin parah. Dinamika penyuluhan pertanian menurun drastis, loyo, kekurangan gairah (Vitayala et al. 1998). Puspadi (2002) menemukan penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Indonesia dalam keadaan krisis kelembagaan, legitimasi, anggaran sehingga efektivitas dan kepuasan petani terhadap kegiatan penyuluhan pertanian cenderung rendah dan sangat rendah.
TUJUAN DAN PERANAN PENYULUH DALAM PEMBANGUNAN SDM
Tujuan penyuluhan pertanian adalah dalam rangka menghasilkan SDM pelaku pembangunan pertanian yang kompeten sehingga mampu mengembangkan usaha pertanian yang tangguh, bertani lebih baik (better farming), berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera (better living) dan lingkungan lebih sehat. Penyuluhan pertanian dituntut agar mampu menggerakkan masyarakat, memberdayakan petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian, serta mendampingi petani untuk:
(1) Membantu menganalisis situasi-situasi yang sedang mereka hadapi dan melakukan perkiraan ke depan
(2) Membantu mereka menemukan masalah
(3) Membantu mereka memperoleh pengetahuan/informasi guna memecahkan masalah
(4) Membantu mereka mengambil keputusan, dan
(5) Membantu mereka menghitung besarnya risiko atas keputusan yang diambilnya.
Keberhasilan penyuluhan pertanian dapat dilihat dengan indikator banyaknya petani, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian yang mampu mengelola dan menggerakkan usahanya secara mandiri, ketahanan pangan yang tangguh, tumbuhnya usaha pertanian skala rumah tangga sampai menengah berbasis komoditi unggulan di desa. Selanjutnya usaha tersebut diharapkan dapat berkembang mencapai skala ekonomis. Semua itu berkorelasi pada keberhasilan perbaikan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, lebih dari itu akan bermuara pada peningkatan pendapatan daerah.
Ke depan arah pembangunan, menuju pada industrialisasi di bidang pertanian melalui pengembangan agribisnis yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hal ini akan bisa diwujudkan dengan lebih dahulu menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas, terutama masyarakat pertanian, sehingga kesinambungan dan ketangguhan petani dalam pembangunan pertanian bukan saja diukur dari kemampuan petani dalam memanage usahanya sendiri, tetapi juga ketangguhan dan kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara rasional dan efisien, berpengetahuan, terampil, cakap dalam membaca peluang pasar dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan dunia khususnya perubahan dalam pembangunan pertanian. Di sinilah pentingnya penyuluhan pertanian untuk membangun dan menghasilkan SDM yang berkualitas.
Upaya mencapai itu semua diperlukan penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang baik, selanjutnya dibutuhkan kelembagaan, ketenagaan yang kompeten, mekanisme dan tata kerja yang jelas termasuk supervisi, monitoring dan evaluasi yang efektif dan pembiayaan yang memadai. UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) sebagai wujud revitalisasi penyuluhan pertanian, telah mengatur penyelenggaraan penyuluhan yang baik. Untuk implementasi UU SP3K tersebut menghendaki kearifan lokal dari otonomi daerah.
Ke depan peran penyuluhan pertanian diposisikan pada posisi yang strategis di mana kelembagaan penyuluhan pertanian berada dan dapat berhubungan langsung dengan bupati, sehingga penyelenggaraan penyuluhan pertanian betul-betul terkoordinir dan bisa berjalan efektif dan efisien.
Semangat usaha yang cenderung menurun akibat dihadapkan pada nilai jual produk yang belum menguntungkan, dan choise dengan produk komoditi usaha tani yang lain yang lebih menguntungkan.
Untuk membangun itu semua, penyuluhan pertanian memegang peranan yang cukup strategis. Agar penyuluhan pertanian dapat berjalan efektif dan efisien, UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) yang mengatur penyelenggaraan penyuluhan, hendaknya dapat diimplementasikan, tentunya menghendaki adanya kearifan lokal dari otonomi daerah. Namun hal yang cukup fundamental, mentalitas petani sebagai pelaku usaha tani padi perlu diperhatikan. Semangat usaha yang cenderung menurun akibat dihadapkan pada nilai jual produk yang belum menguntungkan, dan choise dengan produk komoditi usaha tani lain yang lebih menguntungkan. Karena itu petani perlu mendapatkan inspirasi yang selalu up to date agar tumbuh motivasi dan gairah usaha dengan konsistensi dan komitmen yang tinggi untuk maju demi peningkatan kualitas SDM pertanian di Indonesia.
FUNGSI, TUGAS PENYULUHAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN KE DEPAN
Mewujudkan tujuan pembangunan pertanian memerlukan tiga fungsi yaitu fungsi pengaturan dan pelayanan oleh Dinas, fungsi penyuluhan serta fungsi penelitian. Ketiga fungsi tersebut kedudukannya sepadan dalam melaksanakan pembangunan pertanian. Pertanian di Indonesia, B dicirikan oleh penguasaan lahan relatif sempit, sumber daya petaninya relatif rendah dan beban sektor pertanian dalam menunjang perekonomian relatif berat sehingga permasalahan pembangunan pertanian menjadi semakin kompleks.Fakta empiris di negara-negara maju menunjukkan tingkat kesejahteraan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh modal manusia, sosial dari pada modal sumber daya alam. Dalam mewujudkan tujuan pembangunan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani maka kedudukan fungsi penyuluhan pertanian sangat strategis karena perannya dalam meningkatkan modal manusia pertanian dan modal sosial. Dalam era revolusi triple”T” yaitu telekomunikasi, transportasi, dan tourisme yang terus berjalan, berdampak pada perubahan perilaku masyarakat pedesaan. Puspadi (2002) menemukan munculnya gejala-gejala perubahan budaya dan perilaku para petani.
Gejala Perubahan budaya dan perilaku petani
Dari Ke arah
Menerima dan mengimplementasikan ideologi ” fundamentalisme agraris” Mempertanyakan ideologi ” fundamentalisme agraris” dan menuntut simbul-simbul kehidupan perkotaan dan orang kota
Sistem nilai absolut relatif kuat Munculnya sistem nilai relatif
Menerima kebijakan-kebijakan pembangunan pertanian tanpa syarat Mengkritisi secara rasional dan komersial kebijakan-kebijakan pembangunan pertanian
Otoritas pengambilan keputusan individu dalam usaha tani relatif rendah Otoritas pengambilan keputusan individu dalam usaha tani relatif kuat
Relatif sebagai konsumen teknologi dan informasi pertanian Relatif sebagai produsen teknologi dan informasi pertanian
Perencanaan usaha tani relatif dipengaruhi musim Perencanaan usaha tani relatif dipengaruhi pasar
Penerima perencanaan usaha tani Perencana, pensintesa dan pemecah masalah
Keputusan usaha tani dipengaruhi oleh pengamanan tingkat subsistensi Keputusan usaha tani dipengaruhi oleh tingkat keuntungan dan kecepatan memberikan pendapatan
KESIMPULAN DAN SARAN
Beberapa kelemahan teknologi pertanian salah satunya adalah meredupnya peran penyuluh pertanian. Penyuluh Pertanian sebagai suatu proses belajar yang secara formal fleksibel diyakini merupakan pembelajaran yang tepat dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pertanian di Indonesia, terutama dalam mengadopsi teknologi usha tani.
Penyuluh Pertanian pernah berhasil ketika dimulai Program Bimbingan Massal (BIMAS) dengan memasyarakatkan teknologi intensifikasi petanian yang mencapai puncaknya pada 1994 ketika kita berswasembada beras. Keberhasilan tersebut merupakan prestasi tertinggi dunia penyuluhan di indonesia. Kini setelah dua dekade petani kita masih miskin, gurem dan jauh dari sejahtera.Dari kondisi ini sudah sepatutnya muncul semangat bahwa upaya penyuluhan pertanian juga dapat mengubah wajah SDM pertanian di Indonesia saat ini dan kedepan.
Karena itu, slah satu kuncinya adalah harus terjadi revolusi dalam dunis peyuluhan di Indonesia. Para Penyuluh Pertanian masa depan harus mampu mengantisipasi perubahan IPTEK pertanian, dengan kapasitas dan kapabilitas memadai. Maka proses transfer pengetahuan dan keterampilan materi penyuluhan (komunikasi penyuluhan) dapat diselenggarakan denagn lebih baik. Dengan demikian, penyuluh dapat membuat materi yang selalu baru dan pragmatis.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pertanian. 2008. Pedoman Umum Pelaksanaan Penyuluhan. Jakarta. Pusbangluhtan,Departemen Pertanian .
Hadiat,Aat. 2004. Dinamika Penyuluh Pertanian . Bandung Jurnal Pertanian
Ruswandi, Agus. Rustiadi, Ernan. Mudjikdjo, Kuswardhono.2007. Dampak Konversi Lahan Pertanian Terhadap Kesejahteraan Petani Dan Perkembangan Wilayah : Studi Kasus di Daerah Bandung Utara . Jurnal Agro Ekonomi, Vol 25, No 2, 207 – 219.
Tohir Winarno,1997. Modernisasi Sistem Agribisnis Menuju Visi 2030 . Tani Merdeka Vol IV Tahun 2007.
Djafar Onny Hafsah,. Perembpuan dalam Pembanguan Pertanian . Tani Merdeka Vol VI Tahun 2008.
Sabtu, 27 Juli 2013
Budidaya Jamur Tiram
BUDIDAYA JAMUR TIRAM(Pleurotus ostreatus)
PENDAHULUAN
Jamur tiram adalah jenis jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu lainnya. Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lain. Jamur tiram mengandung 18 macam asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak mengandung kolesterol.
Ditinjau dari aspek biologinya, jamur tiram relatif lebih mudah dibudidayakan. Pengembangan jamur tiram tidak memerlukan lahan yang luas. Masa produksi jamur tiram relatif lebih cepat sehingga periode dan waktu panen lebih singkat dan dapat kontinu.
Budidaya jamur tiram dapat dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, menengah dan besar (Industri). Negara-negara yang telah mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai agrobisnis andalan dan unggulan adalah Cina, belanda, Spanyol, Prancis, Belgia dan Thailand. Negara-negara tersebut trermasuk produsen jamur terbesar di dunia.
Seiring dengan popularitas dan memasyarakatnya jamur tiram sebagai bahan makanan yang lezat dan bergizi, maka permintaan konsumen dan pasar jamur tiram di berbagai daerah terus meningkat. Kebutuhan konsumsi jamur tiram meningkat sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan pendapatan serta perubahan pola konsumsi makanan penduduk dunia. Negara-negara konsumen penduduk jamur terbesar adalah Amerika Serikat (AS), Kanada, Jerman, Jepang, Hongkong, Belgia Inggris, Belanda dan Italia. Rata-rata konsumsi jamur per kapita penduduk Kanada dan negara-negara Eropa melibihi 1,5 kg/kapita/tahun. Sedangkan konsumsi rata-rata penduduk inggris dan AS masing-masing sekitar 1 kg/kapita/tahun dan 0,5/kapita/tahun.
INFORMASI POKOK
Pemeliharaan jamur tiram sangat praktis dan sederhana, yaitu dengan cara menciptakan dan menjaga kondisi lingkungan pemeliharaan (cultivation) yang memenuhi syarat pertumbuhan jamur tiram. Langkah-langkah pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya.
Persiapan Sarana Produksi
Bangunan
Bangunan jamur sederhana dapat dibuat dari kerangka kayu (bambu) beratap daun rumbia, anyaman bambu atau anyaman jerami padi. Ukuran kumbung yang ideal adalah 84 m2 (panjang 12m dan lebar 7m) dan tinggi 3,5 m. Bentuk kumbung bisa bervariasi, bisa mirip gembong kereta api atau seperti rumah. Pada umumnya kumbung atau bangunan jamur terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya:
- Ruang persiapanRuang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.
- Ruang Inokulasi:Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).
- Ruang InkubasiRuangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28OC dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.
- Ruang Penanaman :Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22OC dengan kelembaban 80 – 90%.
Peralatan
Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong.
Bahan-bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.
Tahapan Budidaya Jamur Tiram
Beberapa tahapan dalam budidaya jamur tiram yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Persiapan Bahan Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa
- Pengayakan Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir
- PencampuranBahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.
- PengomposanPengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic
- Pembungkusan (Pembuatan Baglog)Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.
- SterilisasiSterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100OC selama 12 jam.
- Inokulasi (Pemberian Bibit)Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi
- Inkubasi (masa pertumbuhan miselium)Inkubasi dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.
- PanenPanen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran.
Pupuk Organik
TEKNIK PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN MULSA
PADA BUDIDAYA MENTIMUN JEPANG
PADA BUDIDAYA MENTIMUN JEPANG
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman semusim yang bersifat menjalar dan merambat dengan perantaraan alat pemegang yang berbentuk spiral. Tanaman mentimun berasal dari bagian utara India, yakni lereng Gunung Himalaya yang kemudian berkembang ke wilayah mediteran. Di kawasan Asia khususnya Indonesia, mentimun baru dikenal sekitar 2 abad sebelum masehi. Di Jawa dan Sumatera, mentimun banyak ditanam di dataran rendah (Samadi 2002).
Mentimun Jepang termasuk golongan mentimun hibrida. Mentimun ini mempunyai buah yang panjang, berwarna hijau tua, daging buah tebal, rasa renyah, dan pengkal buah tidak pahit (Sumpena, 2002). Pertumbuhannya seragam, bunga betina dan bakal buahnya banyak, dan relatif tahan terhadap penyakit khususnya virus (Purwanto dan Asih, 2001). Penampilan mentimun Jepang dapat dilihat pada gambar 1.
Budidaya sayuran termasuk mentimun, biasanya menggunakan pupuk organik. Pupuk organik dengan bahan dasar dari alam dengan jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung secara alami. Pupuk organik bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah. Penggunaan pupuk organik juga tidak meninggalkan residu pada hasil tanaman sehingga aman bagi manusia (Ismawati, 2003).
Berdasarkan bahan dasarnya ada dikenal ada beberapa jenis pupk organik, dan jenis yang sering digunakan dalam pertanian adalah pupuk kandang dan kompos. Pupuk kandang merupakan hasil fermentasi kotoran padat dan cair (urine) ternak, seperti sapi, kambing, ayam , kuda dan burung. Kompos merupakan pupuk organik dari hasil pelapukan organk atau bahan-bahan tanaman seperti jerami, sekam, daun-daunan dan rumput-rumputan yang berasal dari limbah hayati (Isamawati, 2003).
{mospagebreak}
Mulsa juga sering digunakan pada budidaya sayuran. Pemberian mulsa dimaksudkan untuk memperkecil kompetisi tanaman dengan gulma, menekan pertumbuhan gulma, mengurangi penguapan, mencegah erosi serta mempertahankan struktur, suhu dan kelembaban tanah (Harist, 2000).
Berdasarkan bahan dan cara pembuatan, mulsa dapat dikelompokkan menjadi 3 : mulsa organik, mulsa anorganik, dan mulsa sintetis.Mulsa organik berasal dari bahan sisa pertanian, seperti jerami dna daun-daunan. Mulsa anorganik berasal dari bahan batu-batuan dalam berbagai bentuk dan ukuran, seperti batu kerikil, dan mulsa kimia sintetis bearasal dari bahan plastik seperti mulsa plastik hitam perak (Harist, 2000).
Mulsa jerami dapat dimanfaatkan untuk setiap jenis dan tanaman. Karena sifatnya yang mudah lapu, mulsa jerami banyak diaplikasikan pada tanah yangtelah dieksploitasi berat agar kesuburan tanah pada jangka waktu tertentu dapat dikembalikan melalui pelapukan mulsa jerami tersebut. Dewasa ini mulsa plastik hitam perak telah diterapkan secara luas, karena warna perak dapat memantulkan cahaya matahari, sehingga energi cahaya matahari yang diterima oleh tanaman lebih besar (Harist, 2000). Energi matahari yang diterima tanaman akan mempengaruhi aktifitas fotosintesis; makin besar energi yang diterima tanaman, makin tinggi aktifitas fotosintesisnya. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan pupuk organik dan mulsa pada tanaman mentimun Jepang.
Budidaya Melon
BUDIDAYA MELON
VARIETAS MELON
Berbagai varietas melon telah dikembangkan, namun yang paling banyak diminati oleh petani di Indonesia adalah jenis sky Rocket dan Action 434. Kedua jenis melon ini memiliki jaring (net) pada permukaan kulit buahnya. Daging buahnya sangat menarik yakni berwarna hijau kekuning-kuningan, rasanya manis, berair dan aromanya harum. Buah ini sangat digemari terutama dihidangkan dalam bentuk segar.
SYARAT TUMBUHMelon dapat tumbuh baik pada ketinggian sekitar 300 - 1000 mdpl, dengan curah hujan ideal 2000 - 3000 mm/th. Melon menghendaki sinar matahari yang lama, yaitu berkisar antara 10 - 12 jam per hari. Sedangkan untuk tanah melon menghendaki tanah yang kaya bahan organik dengan pH 6,0 - 6,8. Kelembaban udara yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah sekitar 70 - 80 %.
PERSEMAIANTanah tempat persemaian yang hendak digunakan untuk menyusun polybag empat penyemaian benih hendaknya ditinggikan sekitar 30 - 40 cm dari tanah sekitarnya agar air tidak menggenangi terutama di musim penghujan. Bedengan dapat dibuat berbentuk empat persegi panjang dekat dengan ukuran panjang 4 - 6 m, lebar 100 - 110 cm dan pada bagian tepi diberi penyekat dari belahan bambu agar posisi bibit pada polybag dapat berdiri tegak. Benih yang telah berkecambah segera dipindahkan ke kantong polybag yang sudah siap sebelumnya.
PENGELOLAAN TANAH
Tanah atau lahan yang akan ditanami melon diolah kembali setiap pergantian tanaman agar menjadi gembur dan bersih dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibalik agar aerasi tanah berjalan dengan baik dan jamur yang terdapat di dalam tanah mati. Pada saat tanah telah diolah langsung diberi pupuk dasar, yaitu pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung unsur makro (NPK).
PENANAMANPenanaman dilakukan jika bibit telah berumur 9 - 11 hari. Saat tanam yang tepat adalah pada saat musim kemarau. Jarak tanam yang baik adalah 70 X 50 cm atau 70 X 60 cm. Sebelum ditanam lebih dahulu dibuat lubang tanam sedalam + 7 - 9 cm, bersamaan dengan itu dipasang ajir berbentuk segitiga sama sisi.
PEMELIHARAANPenyulaman, penyiangan, dan pengairan dilakukan bila diperlukan.
Pemupukan pada umur 5 HST diberikan urea dalam bentuk larutan dengan kosentrasi 3 kg/300 liter air. Pupuk ZA + NPK 17 HST dan 50 HST yatiu 2 kg ZA dan 1 kg NPK konsentrasi 3 - 4 kg/200 liter air. Pupuk daun diberikan 7 HST dengan interval 7 - 15 hari sekali, konsentrasi larutan 1 - 2 cc/1 liter air.
Perlakuan khusus tanaman melon adalah pemangkasan tunas dan seleksi buah. Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas baru yaitu tunas 1 - 8. Sedangkan untuk buah dilakukan seleksi dan sisakan 2 - 3 buah.
HAMA dan PENYAKIT
Hama yang sering menyerang adalah lalat buah, ulat daun, Aphids, Tungau, Thrips, Oteng-oteng dan cacing tanah. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida, khusus untuk tungau menggunakan akarisida.
Penyakit yang menyerang yaitu Layu bakteri, Phytoptora molonis, Layu fusarium, Gummy stem Blight, busuk daun, embun tepung, virus dan cendawan tanah. Dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida.
PANENMelon dapat dipetik hasilnya umur 65 - 70 Hst. Cara pemetikan dilakukan dengan memotong tangaki buah + 3 cm dari pangkalnya dengan menggunakan gunting pangkas atau pisau yang tajam.
Berbagai varietas melon telah dikembangkan, namun yang paling banyak diminati oleh petani di Indonesia adalah jenis sky Rocket dan Action 434. Kedua jenis melon ini memiliki jaring (net) pada permukaan kulit buahnya. Daging buahnya sangat menarik yakni berwarna hijau kekuning-kuningan, rasanya manis, berair dan aromanya harum. Buah ini sangat digemari terutama dihidangkan dalam bentuk segar.
SYARAT TUMBUHMelon dapat tumbuh baik pada ketinggian sekitar 300 - 1000 mdpl, dengan curah hujan ideal 2000 - 3000 mm/th. Melon menghendaki sinar matahari yang lama, yaitu berkisar antara 10 - 12 jam per hari. Sedangkan untuk tanah melon menghendaki tanah yang kaya bahan organik dengan pH 6,0 - 6,8. Kelembaban udara yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah sekitar 70 - 80 %.
PERSEMAIANTanah tempat persemaian yang hendak digunakan untuk menyusun polybag empat penyemaian benih hendaknya ditinggikan sekitar 30 - 40 cm dari tanah sekitarnya agar air tidak menggenangi terutama di musim penghujan. Bedengan dapat dibuat berbentuk empat persegi panjang dekat dengan ukuran panjang 4 - 6 m, lebar 100 - 110 cm dan pada bagian tepi diberi penyekat dari belahan bambu agar posisi bibit pada polybag dapat berdiri tegak. Benih yang telah berkecambah segera dipindahkan ke kantong polybag yang sudah siap sebelumnya.
PENGELOLAAN TANAH
Tanah atau lahan yang akan ditanami melon diolah kembali setiap pergantian tanaman agar menjadi gembur dan bersih dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibalik agar aerasi tanah berjalan dengan baik dan jamur yang terdapat di dalam tanah mati. Pada saat tanah telah diolah langsung diberi pupuk dasar, yaitu pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung unsur makro (NPK).
PENANAMANPenanaman dilakukan jika bibit telah berumur 9 - 11 hari. Saat tanam yang tepat adalah pada saat musim kemarau. Jarak tanam yang baik adalah 70 X 50 cm atau 70 X 60 cm. Sebelum ditanam lebih dahulu dibuat lubang tanam sedalam + 7 - 9 cm, bersamaan dengan itu dipasang ajir berbentuk segitiga sama sisi.
PEMELIHARAANPenyulaman, penyiangan, dan pengairan dilakukan bila diperlukan.
Pemupukan pada umur 5 HST diberikan urea dalam bentuk larutan dengan kosentrasi 3 kg/300 liter air. Pupuk ZA + NPK 17 HST dan 50 HST yatiu 2 kg ZA dan 1 kg NPK konsentrasi 3 - 4 kg/200 liter air. Pupuk daun diberikan 7 HST dengan interval 7 - 15 hari sekali, konsentrasi larutan 1 - 2 cc/1 liter air.
Perlakuan khusus tanaman melon adalah pemangkasan tunas dan seleksi buah. Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas baru yaitu tunas 1 - 8. Sedangkan untuk buah dilakukan seleksi dan sisakan 2 - 3 buah.
HAMA dan PENYAKIT
Hama yang sering menyerang adalah lalat buah, ulat daun, Aphids, Tungau, Thrips, Oteng-oteng dan cacing tanah. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida, khusus untuk tungau menggunakan akarisida.
Penyakit yang menyerang yaitu Layu bakteri, Phytoptora molonis, Layu fusarium, Gummy stem Blight, busuk daun, embun tepung, virus dan cendawan tanah. Dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida.
PANENMelon dapat dipetik hasilnya umur 65 - 70 Hst. Cara pemetikan dilakukan dengan memotong tangaki buah + 3 cm dari pangkalnya dengan menggunakan gunting pangkas atau pisau yang tajam.
Meramu Pupuk Hidroponik
MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURANoleh:
Ir. Muharja, MP. - Widyaiswara BBPP Lembang
Ir. Muharja, MP. - Widyaiswara BBPP Lembang
Keterampilan meramu pupuk hidroponik dapat disesuaikan dengan pemberian hara pada tanaman yang dibudidayakan, meramu sendiri pupuk yang akan diberikan pada tanaman yang dibudidayakan maka komposisi pupuk dapat disesuaikan.
Ada beberapa alasan mengapa penggunaan rasio amoniumnya relatif lebih besar yaitu amonium akan membuat sel-sel raksasa sehingga tanaman akan tumbuh cepat dan ukurannya besar. Daun yang terbentuk berukuran lebar dan evapotranspirasinya besar sehingga daya serap air dan hara meningkat, hanya saja daun yang berukuran besar akan peka terhadap penguapan dan sayuran mudah layu. Pertumbuhan vegetatif yang terpacu akan menghasilkan banyak daun dengan ukuran lebar, sehingga penampilan sayuran daun akan menarik. Pemberian nitrat dalam jumlah yang besar untuk menciptakan sel yang kompak, sehingga tanaman berdiri tegap, daya tahan tinggi terhadap serangan penyakit cendawan, banyak nitrat juga akan menimbulkan citra rasa yang baik.
Rasio Pospor dan Nitrogen (P : N) untuk sayuran daun 0,25 sedangkan P sebesar 0,25 x 250 ppm atau sama dengan 62 ppm. Dengan demikian ratio antara P : N adalah 62 :250. Mengapa penetapan rasio 0,25 pada tanaman sayuran yaitu 0,25 sudah cukup tinggi? karena P tidak banyak dibutuhkan dibandingkan unsur lainnya, karena sayuran daun tidak untuk menghasilkan bunga. Rasio 0,25 cukup merangsang pembentukan akar sehingga effisien, penyerapan hara menjadi optimal. Rasio 0,25 sudah cukup untuk kegiatan fotosintesa, pembentukan karbohidrat dan protein. Rasio tersebut juga memperkuat dinding sel sehingga mempunyai ketahanan terhadap serangan penyakit cendawan.
Rasio K : N (Kalium per Nitrogen), untuk tanaman sayuran daun adalah 1,2 atau konsentrasi K 1,2 x 250 ppm = 300 ppm. Dengan demikian rasio antara K : N untuk tanaman sayuran adalah 300 : 250. Dengan K yang besar ini akan membantu proses fotosintesa dan mengatur tranportasi karbohidrat kebagian-bagian tanaman yang memerlukannya sehingga terdapat pertumbuhan yang merata, juga dengan konsentrasi K yang cukup membuat penampilan warna daun merata pada seluruh helainya, penampilan sayur menjadi segar, tegar dan menarik.
Rasio Ca : N (Calsium : Nitrogen), untuk produksi tanaman sayuran daun adalah sebesar 0,7 sehingga konsentrasi Ca menjadi 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian rasio antar hara Ca : N adalah sebesar 175 : 250. Ada beberapa alasan menetapkan rasio Ca : N untuk tanaman sayuran daun sebesar 0,7 yaitu : daun akan terbentuk dengan baik, daun tidak bergelombang atau kriting karena berpengaruh pada pembelahan dan elongasi atau perpanjangan sel. Sayuran menjadi renyah, walaupun ditanam pada saat banyak terjadi mendung, karena Ca memperkuat dinding sel. Ternyata sayuran mempunyai daya tahan yang cukup baik di supermaket.
Rasio Mg : N (Mangan per Nitrogen) yaitu sebesar 0,25 atau 0,25 x 250 ppm = 62 ppm. Dengan demikian rasionya adalah sebesar 62 : 250. Alasan menetapkan angka 0,25 adalah warna daun hijau berkilau, karena Mg merupakan inti dari kloropil, tanaman tetap kuat tahan terhadap serangan cendawan.
Rasio S : N (Sulplur per Nitrogen) yaitu untuk sayuran daun 110 ppm sehingga S : N adalah 110 : 250 = 0,44 atau dibulatkan o,4. Alasan rasio terbut adalah dengan konsentrasi S cukup tinggi maka protein yang terbentuk cukup banyak, sehingga pertumbuhan tanaman cukup pesat. Sayuran akan memberikan aroma saat dimasak, karena unsur S merupakan inti dari minyak asiri yang memberi aroma, tingginya S(Sulplur) akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit cendawan.
Ramuan pupuk untuk sayuran batang dan daun, perhitungan rasio antar hara adalah sebagai berikut : Rasio Nitrat : Amonium yaitu 9 : 1 artinya sembilan nitrat dan satu Amonium, sementara N totalnya yaitu 250 ppm, dengan demikian konsentrasi nitrat adalah 9/10 x 250 ppm = 225 ppm.
Rasio P : N (Pospat per Nitrogen) adalah 0,3, sehingga konsentarasi P 0,3x 250 ppm = 75 ppm, dengan demikian ratio antara P : N yaitu 75 : 250. Konsentrasi K : N (Kalium : Nitrogen) 1,4, sehingga konsentrasi K sebesar 1,4 x 250 ppm= 350 ppm, dengan demimkian rasio antara K : N adalah 350 : 250.
Rasio Ca :N (Calsium : Nitrogen) yaitu 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian, ratio antara Ca : N sebesar 175 : 250, hal ini cukup memberikan kerenyahan bagi tumbuhan tersebut. Rasio Mg : N (Mangan : Nitrogen) sebesar 0,25 sehingga konsentrasi Mg untuk pemupukan tanaman sayuran batang dan daun sebesar 0,25 x 250 ppm = 62 ppm, dengan demikian, rasio antar hara Mg : N sebesar 62 : 250. Sedangkan rasio S : N (Sulplur : Nitrogen) dari perhitungan akhir didapatkan konsentrasi S untuk produksi sayuran daun dan batang yaitu 125 ppm, sehingga rasio S : N adalah 125 : 250=0,5.
Apabila dalam pembuatan ramuan pupuk hidroponik ini banyak menemukan kendala, terlebih dahulu harus banyak mengetahui kegunaan masing-masing pupuk kimia yang berkaitan dengan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebenarnya ramuan pupuk hidroponik sudah banyak yang telah jadi dan dijual di pasaran, kita tinggal mengencerkannya saja. Tidak ada salahnya kalau kita coba membuat sendiri, mungkin hasilnya lebih baik dan dari segi ekonomis bisa lebih murah.
Demikian materi tentang: “MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURAN“. Semoga dengan membuat ramuan pupuk hidroponik ini, adanya pengalaman baru, dan bisa jadi merupakan peluang usaha yang cukup mengembirakan, tentunya kita harus benar-benar bisa memahami teknik meramu dengan baik.
Apabila ada hal yang belum jelas dapat menghubungi Bapak Ir. Muharja, MP (Widyaiswara BBPP Lembang) Telp. (022) 2786234-2789783, e-mail: central@bbpp-lembang.info.
Meramu Pupuk Hidroponik
MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURANoleh:
Ir. Muharja, MP. - Widyaiswara BBPP Lembang
Ir. Muharja, MP. - Widyaiswara BBPP Lembang
Keterampilan meramu pupuk hidroponik dapat disesuaikan dengan pemberian hara pada tanaman yang dibudidayakan, meramu sendiri pupuk yang akan diberikan pada tanaman yang dibudidayakan maka komposisi pupuk dapat disesuaikan.
Ada beberapa alasan mengapa penggunaan rasio amoniumnya relatif lebih besar yaitu amonium akan membuat sel-sel raksasa sehingga tanaman akan tumbuh cepat dan ukurannya besar. Daun yang terbentuk berukuran lebar dan evapotranspirasinya besar sehingga daya serap air dan hara meningkat, hanya saja daun yang berukuran besar akan peka terhadap penguapan dan sayuran mudah layu. Pertumbuhan vegetatif yang terpacu akan menghasilkan banyak daun dengan ukuran lebar, sehingga penampilan sayuran daun akan menarik. Pemberian nitrat dalam jumlah yang besar untuk menciptakan sel yang kompak, sehingga tanaman berdiri tegap, daya tahan tinggi terhadap serangan penyakit cendawan, banyak nitrat juga akan menimbulkan citra rasa yang baik.
Rasio Pospor dan Nitrogen (P : N) untuk sayuran daun 0,25 sedangkan P sebesar 0,25 x 250 ppm atau sama dengan 62 ppm. Dengan demikian ratio antara P : N adalah 62 :250. Mengapa penetapan rasio 0,25 pada tanaman sayuran yaitu 0,25 sudah cukup tinggi? karena P tidak banyak dibutuhkan dibandingkan unsur lainnya, karena sayuran daun tidak untuk menghasilkan bunga. Rasio 0,25 cukup merangsang pembentukan akar sehingga effisien, penyerapan hara menjadi optimal. Rasio 0,25 sudah cukup untuk kegiatan fotosintesa, pembentukan karbohidrat dan protein. Rasio tersebut juga memperkuat dinding sel sehingga mempunyai ketahanan terhadap serangan penyakit cendawan.
Rasio K : N (Kalium per Nitrogen), untuk tanaman sayuran daun adalah 1,2 atau konsentrasi K 1,2 x 250 ppm = 300 ppm. Dengan demikian rasio antara K : N untuk tanaman sayuran adalah 300 : 250. Dengan K yang besar ini akan membantu proses fotosintesa dan mengatur tranportasi karbohidrat kebagian-bagian tanaman yang memerlukannya sehingga terdapat pertumbuhan yang merata, juga dengan konsentrasi K yang cukup membuat penampilan warna daun merata pada seluruh helainya, penampilan sayur menjadi segar, tegar dan menarik.
Rasio Ca : N (Calsium : Nitrogen), untuk produksi tanaman sayuran daun adalah sebesar 0,7 sehingga konsentrasi Ca menjadi 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian rasio antar hara Ca : N adalah sebesar 175 : 250. Ada beberapa alasan menetapkan rasio Ca : N untuk tanaman sayuran daun sebesar 0,7 yaitu : daun akan terbentuk dengan baik, daun tidak bergelombang atau kriting karena berpengaruh pada pembelahan dan elongasi atau perpanjangan sel. Sayuran menjadi renyah, walaupun ditanam pada saat banyak terjadi mendung, karena Ca memperkuat dinding sel. Ternyata sayuran mempunyai daya tahan yang cukup baik di supermaket.
Rasio Mg : N (Mangan per Nitrogen) yaitu sebesar 0,25 atau 0,25 x 250 ppm = 62 ppm. Dengan demikian rasionya adalah sebesar 62 : 250. Alasan menetapkan angka 0,25 adalah warna daun hijau berkilau, karena Mg merupakan inti dari kloropil, tanaman tetap kuat tahan terhadap serangan cendawan.
Rasio S : N (Sulplur per Nitrogen) yaitu untuk sayuran daun 110 ppm sehingga S : N adalah 110 : 250 = 0,44 atau dibulatkan o,4. Alasan rasio terbut adalah dengan konsentrasi S cukup tinggi maka protein yang terbentuk cukup banyak, sehingga pertumbuhan tanaman cukup pesat. Sayuran akan memberikan aroma saat dimasak, karena unsur S merupakan inti dari minyak asiri yang memberi aroma, tingginya S(Sulplur) akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit cendawan.
Ramuan pupuk untuk sayuran batang dan daun, perhitungan rasio antar hara adalah sebagai berikut : Rasio Nitrat : Amonium yaitu 9 : 1 artinya sembilan nitrat dan satu Amonium, sementara N totalnya yaitu 250 ppm, dengan demikian konsentrasi nitrat adalah 9/10 x 250 ppm = 225 ppm.
Rasio P : N (Pospat per Nitrogen) adalah 0,3, sehingga konsentarasi P 0,3x 250 ppm = 75 ppm, dengan demikian ratio antara P : N yaitu 75 : 250. Konsentrasi K : N (Kalium : Nitrogen) 1,4, sehingga konsentrasi K sebesar 1,4 x 250 ppm= 350 ppm, dengan demimkian rasio antara K : N adalah 350 : 250.
Rasio Ca :N (Calsium : Nitrogen) yaitu 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian, ratio antara Ca : N sebesar 175 : 250, hal ini cukup memberikan kerenyahan bagi tumbuhan tersebut. Rasio Mg : N (Mangan : Nitrogen) sebesar 0,25 sehingga konsentrasi Mg untuk pemupukan tanaman sayuran batang dan daun sebesar 0,25 x 250 ppm = 62 ppm, dengan demikian, rasio antar hara Mg : N sebesar 62 : 250. Sedangkan rasio S : N (Sulplur : Nitrogen) dari perhitungan akhir didapatkan konsentrasi S untuk produksi sayuran daun dan batang yaitu 125 ppm, sehingga rasio S : N adalah 125 : 250=0,5.
Apabila dalam pembuatan ramuan pupuk hidroponik ini banyak menemukan kendala, terlebih dahulu harus banyak mengetahui kegunaan masing-masing pupuk kimia yang berkaitan dengan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebenarnya ramuan pupuk hidroponik sudah banyak yang telah jadi dan dijual di pasaran, kita tinggal mengencerkannya saja. Tidak ada salahnya kalau kita coba membuat sendiri, mungkin hasilnya lebih baik dan dari segi ekonomis bisa lebih murah.
Demikian materi tentang: “MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURAN“. Semoga dengan membuat ramuan pupuk hidroponik ini, adanya pengalaman baru, dan bisa jadi merupakan peluang usaha yang cukup mengembirakan, tentunya kita harus benar-benar bisa memahami teknik meramu dengan baik.
Apabila ada hal yang belum jelas dapat menghubungi Bapak Ir. Muharja, MP (Widyaiswara BBPP Lembang) Telp. (022) 2786234-2789783, e-mail: central@bbpp-lembang.info.
Nugget Brokoli Penggoda Selera
PENGENALAN BROKOLI
Brokoli (Brassica oleracea cv Broccoli) secara selintas mirip dengan kubis bunga. Warna kepala bunga ada yang hijau, ungu, putih, dan hijau muda, tergantung varietasnya. Tanaman brokoli dapat tumbuh pada lahan dengan ketinggian tempat sekitar 1.000 – 2.000 m dpl dengan iklim dingin atau sejuk. Pada varietas yang ditanam pada daerah iklim panas kuntum bunga membuka lebih awal dibandingkan dengan varietas yang ditanam pada daerah sejuk. Sedangkan tekstur tanah yang dikehendaki adalah tanah liat berpasir dan banyak mengandung bahan organik. Curah hujan harus berkisar antara 1.000-1.500 cm per tahun dan harus merata sepanjang tahun. Pada umumnya brokoli menyukai iklim yang dingin atau sejuk. Namun, ada beberapa varietas yang tahan pada iklim panas meskipun kuntum bunganya membuka lebih awal dibandingkan varietas yang ditanam di daerah beriklim sejuk. Oleh karena itu, kepala bunga varietas iklim panas cepat menjadi tidak kompak atau terpisah-pisah.
Brokoli tergolong ke dalam keluarga kubis-kubisan dan termasuk sayuran yang tidak tahan terhadap udara panas. Akibatnya, brokoli cocok ditanam di dataran tinggi yang lembap dengan suhu rendah, yaitu di atas 700 m diatas permukaan laut. Sayuran ini, juga tidak tahan terhadap hujan yang terus-menerus. Jika hal ini terjadi, tanaman brokoli menjadi kekuning-kuningan dan jika membusuk warnanya berbintik-bintik hitam. Daun dan sifat pertumbuhan brokoli mirip dengan bunga kubis. Bedanya, bunga brokoli berwarna hijau dan masa tumbuhnya lebih lama dari kubis bunga. Brokoli tersusun dari bunga-bunga kecil yang berwarna hijau, tetapi tidak sekompak bunga kubis. Demikian pula dengan tangkai bunganya yang lebih panjang. Dibandingkan dengan kubis bunga, setelah direbus tekstur brokoli akan terasa lebih lunak. Panen bunga brokoli dilakukan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bunganya mekar, dan sewaktu kropnya masih berwarna hijau. Jika bunganya telah mekar, tangkai bunganya akan memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning.
Brokoli tergolong ke dalam keluarga kubis-kubisan dan termasuk sayuran yang tidak tahan terhadap udara panas. Akibatnya, brokoli cocok ditanam di dataran tinggi yang lembap dengan suhu rendah, yaitu di atas 700 m diatas permukaan laut. Sayuran ini, juga tidak tahan terhadap hujan yang terus-menerus. Jika hal ini terjadi, tanaman brokoli menjadi kekuning-kuningan dan jika membusuk warnanya berbintik-bintik hitam. Daun dan sifat pertumbuhan brokoli mirip dengan bunga kubis. Bedanya, bunga brokoli berwarna hijau dan masa tumbuhnya lebih lama dari kubis bunga. Brokoli tersusun dari bunga-bunga kecil yang berwarna hijau, tetapi tidak sekompak bunga kubis. Demikian pula dengan tangkai bunganya yang lebih panjang. Dibandingkan dengan kubis bunga, setelah direbus tekstur brokoli akan terasa lebih lunak. Panen bunga brokoli dilakukan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bunganya mekar, dan sewaktu kropnya masih berwarna hijau. Jika bunganya telah mekar, tangkai bunganya akan memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning.
EFEK FARMAKOLOGI
Brokoli telah lama diketahui sebagai salah satu sayuran yang menyehatkan karena kandungan gizi didalamnya. Sayuran itu tak hanya mengandung antioksidan termasuk vitamin C, brokoli juga merupakan sumber alami asam folat. Asupan asam folat membantu mencegah penyakit hati. Sayuran berwarna hijau juga berpotensi dan melindungi untuk melawan perkembangan penyakit kanker.
Zat kimia sulforaphane yang terkandung di dalam brokoli, menurut peneliti, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri. Tanaman lain seperti bunga kol, tauge, kubis dan pak choi juga mengandung zat kimia ini. Tetapi dari keseluruhan sayur itu, brokoli memiliki kadar paling tinggi.
Cara kerja sulforaphane, menurut peneliti, arteri yang berbentuk melengkung lebih berisiko terserang penyakit karena kekurangan protein yang dikenal dengan Nrf2. Sementara arteri yang lurus, lanjut peneliti, dilindungi protein tersebut. Perlindungan ini akan mencegah sel-sel mengalami peradangan, indikasi awal perkembangan penyakit jantung.
Zat terkandung di dalam brokoli juga bermanfaat sebagai antioksidan. Adapun serat yang terkandung dalam brokoli bermanfaat untuk meningkatkan proses pencernaan makanan di dalam perut dan mempermudah pembuangan kotoran (feses). Disamping itu brokoli berkhasiat pula dalam proses penyembuhan penyakit kanker. Untuk disantap, perlu dimasak selama beberapa menit saja. Pemasakan yang terlalu lama akan mengurangi khasiat brokoli.
Brokoli telah lama diketahui sebagai salah satu sayuran yang menyehatkan karena kandungan gizi didalamnya. Sayuran itu tak hanya mengandung antioksidan termasuk vitamin C, brokoli juga merupakan sumber alami asam folat. Asupan asam folat membantu mencegah penyakit hati. Sayuran berwarna hijau juga berpotensi dan melindungi untuk melawan perkembangan penyakit kanker.
Zat kimia sulforaphane yang terkandung di dalam brokoli, menurut peneliti, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri. Tanaman lain seperti bunga kol, tauge, kubis dan pak choi juga mengandung zat kimia ini. Tetapi dari keseluruhan sayur itu, brokoli memiliki kadar paling tinggi.
Cara kerja sulforaphane, menurut peneliti, arteri yang berbentuk melengkung lebih berisiko terserang penyakit karena kekurangan protein yang dikenal dengan Nrf2. Sementara arteri yang lurus, lanjut peneliti, dilindungi protein tersebut. Perlindungan ini akan mencegah sel-sel mengalami peradangan, indikasi awal perkembangan penyakit jantung.
Zat terkandung di dalam brokoli juga bermanfaat sebagai antioksidan. Adapun serat yang terkandung dalam brokoli bermanfaat untuk meningkatkan proses pencernaan makanan di dalam perut dan mempermudah pembuangan kotoran (feses). Disamping itu brokoli berkhasiat pula dalam proses penyembuhan penyakit kanker. Untuk disantap, perlu dimasak selama beberapa menit saja. Pemasakan yang terlalu lama akan mengurangi khasiat brokoli.
a) Meningkatkan daya kerja otak
Peneliti dari Royal Pharmaceutical Society membuktikan bahwa brokoli mengandung senyawa yang mirip dengan obat-obatan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah bentuk dementia (berkurangnya ingatan) yang paling umum dijumpai di kalangan orang tua yang disebabkan oleh enzim acetylcholinesterase. Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterase paling kuat.
b) Mengatur tingkat gula darah
Kandungan chromium di dalam brokoli dapat mengatur tingkat gula darah sehingga brokoli sangat disarankan untuk dikonsumsi penderita diabetes.
Kandungan chromium di dalam brokoli dapat mengatur tingkat gula darah sehingga brokoli sangat disarankan untuk dikonsumsi penderita diabetes.
c) Menetralkan zat penyebab kanker
Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh menghilangkan atau menetralkan karsinogenik, zat penyebab kanker. Diketahui juga bahwa zatbekarotin di dalam brokoli mampu mencegah kanker usus besar dan payudara, kanker paru, kanker perut, kanker rahim, kanker mulut, kanker parynx dan kanker larynx
Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh menghilangkan atau menetralkan karsinogenik, zat penyebab kanker. Diketahui juga bahwa zatbekarotin di dalam brokoli mampu mencegah kanker usus besar dan payudara, kanker paru, kanker perut, kanker rahim, kanker mulut, kanker parynx dan kanker larynx
Kandungan yang bermanfaat yang terdapat dalam brokoli ini, yaitu :
Karotenoid, Sulforaphane, Pro Vitamin A, Seng, Vitamin C, Vitamin E, Kalsium, Zat Besi.
Selain vitamin, brokoli juga mengandung beragam mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Zat lain yang terkandung di dalam brokoli adalah sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein. Flvonoid dan serat terkandung juga memperkaya kandungan nutrisi dari brokoli. Kandungan vitamin C pada brokoli jumlahnya lebih banyak daripada jeruk? Kandungan kalsium brokoli juga lebih besar dibandingkan segelas susu, dan brokoli juga diketahui mengandung lebih banyak serat daripada sepotong roti gandum.
Cara mengkonsumsinya pun sangat mudah, bisa dimakan mentah, ditumis, dicampur sebagai salah satu bahan sop atau dikukus sebagai lalapan. Selain bisa dimakan mentah, brokoli bisa diolah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sayuran lain, brokoli kaya akan provitamin A/karotenoid, asam folat dan vitamin C. Sebagai satu pilihan olahan brokoli menu hidangan, maka dapat dibuat nugget brokoli.
Karotenoid, Sulforaphane, Pro Vitamin A, Seng, Vitamin C, Vitamin E, Kalsium, Zat Besi.
Selain vitamin, brokoli juga mengandung beragam mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Zat lain yang terkandung di dalam brokoli adalah sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein. Flvonoid dan serat terkandung juga memperkaya kandungan nutrisi dari brokoli. Kandungan vitamin C pada brokoli jumlahnya lebih banyak daripada jeruk? Kandungan kalsium brokoli juga lebih besar dibandingkan segelas susu, dan brokoli juga diketahui mengandung lebih banyak serat daripada sepotong roti gandum.
Cara mengkonsumsinya pun sangat mudah, bisa dimakan mentah, ditumis, dicampur sebagai salah satu bahan sop atau dikukus sebagai lalapan. Selain bisa dimakan mentah, brokoli bisa diolah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sayuran lain, brokoli kaya akan provitamin A/karotenoid, asam folat dan vitamin C. Sebagai satu pilihan olahan brokoli menu hidangan, maka dapat dibuat nugget brokoli.
CARA MAMBUAT NUGGET BROKOLI
a). Bahan dan alat yang dibutuhkan
Untuk membuat nugget brokoli, bahan-bahan yang dibutuhkan adalah :
a). Bahan dan alat yang dibutuhkan
Untuk membuat nugget brokoli, bahan-bahan yang dibutuhkan adalah :
- 250 gr bunga brokoli yang masih berwarna hijau dan segar,
- 200 gr daging dada ayam yang dicincang,
- 50 gr tepung roti oranye,
- 2 butir telur di kocok lepas,
- 1 sendok teh garam,
- 1 sendok teh merica bubuk,
- 1 sendok teh gula pasir,
- 1 sendok teh bawang putih bubuk,
- 50 gr keju cheddar,
- Minyak goreng,
- Pencelup: 2 butir putih telur,
- Kocok Pelapis: 100 g tepung roti oranye,
- Pelengkap : saus tomat dan saus cabai.
Alat yang diperlukan yaitu:
- Baskom;
- Pengaduk kayu;
- Wajan;
- Kompor;
- Pisau;
- Talenan;
- Sealer;
- Alat pengiris / Pencetak;
- Peniris;
- Parutan keju;
- Loyang aluminium (22x22x3 cm);
- Panci / dandang kukus;
- Lemari es;
- Plastik kemas;
- Plastik anti panas.
b) Langkah Pembuatan :
1. Bersihkan / cuci brokoli, ambil / potong bagian bunganya menggunakan pisau, kemudian brokoli dikukus dan setelah itu dicincang halus
2. Campur brokoli, ayam, dan tepung roti, aduk rata. Masukkan telur yang telah dikocok, garam, merica, gula pasir, bawang putih dan keju, aduk kembali hingga rata.
3. Tuangkan adonan ke dalam loyang aluminium dialasi plastik anti panas yang beroleskan minyak goreng dan ratakan kira-kira 1,5 cm.
4. Kukus dalam dandang panas selama 30 menit atau sampai matang. Angkat dan dinginkan.
5. Cetak/potong nugget dengan ukuran 1,5 x 4 cm atau sesuai keinginan, dan celupkan ke dalam pencelup dari putih telur. Kemudian, gulingkan dalam pelapis tepung roti. Lakukan sampai nugget habis. Agar tepung roti tidak terlepas dan tetap renyah saat digoreng, lakukan pelapisan sebanyak 2 kali dan simpan dalam kulkas minimal 30 menit supaya nugget tetap renyah (bila tidak ingin langsung digoreng, nugget dapat dimasukkan ke dalam plastik kemas dan disealer lalu disimpan di frezzer).
6. Goreng nugget dalam minyak panas di atas api sedang sampai kering dan berwarna kuning kecokelatan, angkat dan tiriskan. Sajikan dengan saus tomat dan saus cabe
1. Bersihkan / cuci brokoli, ambil / potong bagian bunganya menggunakan pisau, kemudian brokoli dikukus dan setelah itu dicincang halus
2. Campur brokoli, ayam, dan tepung roti, aduk rata. Masukkan telur yang telah dikocok, garam, merica, gula pasir, bawang putih dan keju, aduk kembali hingga rata.
3. Tuangkan adonan ke dalam loyang aluminium dialasi plastik anti panas yang beroleskan minyak goreng dan ratakan kira-kira 1,5 cm.
4. Kukus dalam dandang panas selama 30 menit atau sampai matang. Angkat dan dinginkan.
5. Cetak/potong nugget dengan ukuran 1,5 x 4 cm atau sesuai keinginan, dan celupkan ke dalam pencelup dari putih telur. Kemudian, gulingkan dalam pelapis tepung roti. Lakukan sampai nugget habis. Agar tepung roti tidak terlepas dan tetap renyah saat digoreng, lakukan pelapisan sebanyak 2 kali dan simpan dalam kulkas minimal 30 menit supaya nugget tetap renyah (bila tidak ingin langsung digoreng, nugget dapat dimasukkan ke dalam plastik kemas dan disealer lalu disimpan di frezzer).
6. Goreng nugget dalam minyak panas di atas api sedang sampai kering dan berwarna kuning kecokelatan, angkat dan tiriskan. Sajikan dengan saus tomat dan saus cabe
SELAMAT MENCOBA.......
DAFTAR PUSTAKA
1. Cahyono, Bambang. 2001. Kubis Bunga dan Broccoli. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
1. Cahyono, Bambang. 2001. Kubis Bunga dan Broccoli. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
2. http://poliklinik.ipdn.ac.id/home/artikel-kesehatan/brokoliyangkayamanfaat
BROKOLI YANG KAYA MANFAAT
posted Feb 17, 2012, 4:10 PM by dr. Sri Dewi S.
BROKOLI YANG KAYA MANFAAT
posted Feb 17, 2012, 4:10 PM by dr. Sri Dewi S.
3. http://www.tabloidnova.com/Nova/Sedap/Makanan/Nugget-Brokoli-Keju
Nugget Brokoli Keju
Jumat, 13 April 2012, Dahrani Putri
Nugget Brokoli Keju
Jumat, 13 April 2012, Dahrani Putri
Langganan:
Postingan (Atom)
