Label

Sabtu, 27 Juli 2013

Si Merah Yang Menjanjikan

Pada suatu hari penulis berkunjung ke sebuah desa yang bernama CIBEUREUM, Kecamatan SUKAMANTRI, Kabupaten CIAMIS, Desa SUKAMANTRI yang merupakan daerah pegunungan di ketinggian 600-900 meter di atas permukaan laut, dengan mata pencaharian penduduk adalah bertani. Bila kita tiba disana maka akan melihat PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) yang diketuai oleh seorang pemuda bernama A.APILIN. Beliau seorang pelopor yang gigih dalam merintis berusaha tani hortikultura. Diantranya berusahatani Cabe raksasa (Benana). Beliau menjelaskan teknik budidaya Cabe Merah Benana yang cukup menjamin dalam meningkatkan kesejahteraan para petani di daerahnya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut; Cabe  merah berasal dari Amerika Latin, sedangkan perkembangan dan penanaman di Indonesia di daerah tegalan, sawah, dengan kisaran ketinggian 0 m sampai dengan ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, dengan suhu 26o sampai dengan 28oC, dengan kondisi tanah secara umum harus subur ber PH-6 sampai dengan 7.
bbppl-simerahBUDIDAYA CABE MERAH (BENANA)
Tanaman Cabe Merah raksasa (benana) dapat beradaptasi sangat luas mulai dari dataran rendah sampai ke dataran tinggi, untuk memperoleh hasil buah yang optimal dengan memiliki keunggulan mutu seperti tahan terhadap OPT, produktivitas tinggi, perlu memperhatikan penerapan teknologi budidaya yang baik.
PENGOLAHAN TANAH
•    Lakukan penggemburan tanah dengan cara mencangkul dengan kedalaman 20 cm sampai dengan 30 cm, kemudian lakukan perataan permukaan lahan / tanah.
•   Buatlah guludan dengan mengikuti arah utara, selatan dengan lebar 1,2 meter, tinggi guludan 30 cm sedangkan jarak antara bedengan 50 cm, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
PEMBERIAN KAPUR
•    Pemberian kapur dengan Kaptan / ziolit / dolomite sebanyak 1,5 ton sampai dengan 2 ton/hektar
•    Diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah bila tingkat keasaman (ph) rendah minimal 3 tahun sampai dengan 4 tahun sekali
PEMUPUKAN DASAR 
•    Pemberian pupuk dasar dalam bentuk pupuk organik yang sudah matang sekitar 2 minggu.
•    Pemberian pupuk anorganik NPK 10 hari sebelum penanaman dengan cara disebar / ditebar.
PEMASANGAN MULSA
•    Gunakan plastik mulsa hitam perak dengan ukuran lebar 100cm sampai dengan 125 cm
•    Warna perak menghadap ke atas sedangkan warna hitam menghadap ke bawah
•    Tarik ujung mulsa. Kuatkan, pasak penjepit pada ujung plastik mulsa bertempat pada ujung tiap guludan agar tidak mudah lepas
PEMBUATAN LUBANG TANAM
•    Buat lubang tanam bisa menggunakan sistem zigzag / segitiga atau dua baris secara berhadapan
•    Buat lubang tanam sesuai dengan jarak yaitu 50x70 cm (bila musim hujan) dan 40x50 cm (bila musim kemarau)
PENANAMAN
•    Penanaman dapat dilakukan pada pagi hari ataupun pada sore hari agar bibit tidak layu
•    Tanam bibit di bedengan pada lubang mulsa, sebatas leher akar dan tanah disekitarnya dipadatkan agar bibit berdiri tegak dan kuat
•    Lakukan penyiraman setelah penanaman
PENGAIRAN
•    Lakukan pengairan sesuai kebutuhan tanaman denagan tepat pada tangkai batang tanaman dengan menggunakan gayung
•    Kebutuhan interval satu minggu satu kali dimusim kemarau
•    Pada musim penghujan atur sistem pembuangan air jangan sampai tanaman tergenang air
PEMUPUKAN
•    Gunakan pupuk berdasarkan dosis yang telah ditentukan dengan rekomendasi setempat
•    Jenis pupuk yang digunakan adalah UREA, ZA, SP36 dan KCL
•    Waktu aplikasi pupuk dilakukan pada umur: 15, 28, 42 dan 60 hari setelah penanaman
PEMASANGAN AJIR
•    Pasang ajir sesegera mungkin setelah tanam
•    Tancapkan ajir dengan jarak 10 cm dari tanaman sedalam 15 cm sampai 29 cm dengan posisi miring keluar sehingga dapat menopang tanaman secara kuat
•    Ikat tanaman pada ajir dengan tali rapia / tali majun setelah tanaman berumur 30 sampai dengan umur 40 cm

PEROMPELAN / WIWIL
•    Lakukan perompelan / wiwil pada pagi hari
•    Lakukan perompelan / wiwil pada umur 10 -15 hari setelah tanam
PENGENDALIAN OPT
•    Lakukan pengamatan OPT secara berkala dengan mengambil contoh secara tepat
•    Perkirakan OPT yang perlu diwaspadai dan dikendalikan apabila mencapai ambang kendali dan lakukan pengendaliannya.  
PANEN
•    Hentikan penyemprotan pestisida sebelum panen
•    Panen dilakukan pada umur 70-80 hari setelah tanam dengan tingkat kematangan telah mencapai 80% dengan interval 3-7 hari
•    Cara panen dengan memetik dan menyertakan tangkai buahnya
•    Lakukan sortasi terhadap buah yang terserang OPT harus dimusnahkan
•    Bobot Cabe raksasa / Benana berkisar antara 12-18 buah /kg
Demikian hasil kunjungan singkat penulis mudah mudahan bermafaat dengan harapan tumbuhnya pionir yang gigih dalam pengembangan usaha tani, maupun pengolahan hasil pertanian yang berwawasan agribisnis dengan harapan kesejahteraan petani dapat meningkat, pembangunan lancar dan merata.

PENULIS: DRS JAJAT SUDRAJAT

Sehat Dengan Pewarna Pangan Alami

bbppl-pewarnaalamiLATAR BELAKANG
Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam produk pangan seperti pedang bermata dua. Penggunaan BTP dengan tepat dan dipastikan akan memberi manfaat positif bagi pengadaan produk pangan, sebaliknya apabila digunakan dengan cara yang kurang tepat dapat memicu kecurangan atau membahayakan keseHatan manusia.
Menurut definisi PerMenkes No. 722/Menkes.Per/IX/88, BTP adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan ingredient khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud sebagai teknologi pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan penyimpanan, atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut.
Tujuan penggunaan BTP adalah dapat meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi dan kualitas daya simpan, membuat bahan pangan lebih mudah dihidangkan, serta mempermudah penyiapan bahan pangan.
BTP yang diperkenankan untuk digunakan di Indonesia berdasarkan regulasi yang berlaku antara lain : a) Pewarna; b) Pemanis buatan; c) Pengawet; d) Antioksidan; e) Antikempal; f) Penyedap rasa dan aroma; g) Pengatur keasaman (pengasam, penetral dan pendapar); h) Pemutih dan pematang tepung; i) Pengemulsi, pemantap dan pengental ; j) Pengeras; k) Sekuestran.
PEWARNA PANGAN
Penentuan mutu bahan pangan pada umumnya sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti cita rasa, tekstur, dan nilai gizinya, juga sifat mikrobiologis. Tetapi, sebelum faktor-faktor lain dipertimbangkan, secara visual faktor warna tampil lebih dahulu dan kadang-kadang sangat menentukan, antara lain sebagai indikator kesegaran dan kematangan.
Sebagai salah satu bagian dari BTP, pewarna pangan menurut International Food Information Council Foundation / IFIC (1994) , adalah zat yang digunakan untuk memberikan atau meningkatkan warna suatu pangan, sehingga menciptakan image tertentu dan membuat produk lebih menarik. Menurut Depkes (1999) pewarna yaitu BTP yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada pangan. Produk pangan dengan nilai gizi sangat tinggi sekalipun akan sia-sia apabila tidak memiliki sisi yang menarik untuk dikonsumsi.
KLASIFIKASI
Pewarna makanan dapat dipilah atas dasar sumber serta pembuatannya, yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami ada yang berasal dari mineral dan ada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Pewarna alami tumbuh-tumbuhan didapat dari ekstrak pigmen tumbuh-tumbuhan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah ditemukan zat warna sintetis, karena penggunaanya lebih praktis dan harganya lebih murah, namun proses pembuatannya dilakukan melalui proses kimia.

PEWARNA PANGAN ALAMI
Untuk memberi daya tarik warna dalam makanan dengan nilai kesehatan yang lebih baik pewarna pangan alami mulai dilirik untuk dikembangkan. Pewarna alami tersebut diperoleh dengan jalan ekstraksi maupun melalui cara yang lain, yang ditangani oleh pabrikan, secara legal, diawasi dan mendapat izin dari pemerintah. Pewarna nabati adalah pewarna alami yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Sama halnya dengan pewarna sintetis, penggunaan pewarna alami pada bahan pangan perlu mengikuti petunjuk yang telah ada. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 722/Menkes/Per/IX/88, yang berisi tentang beberapa pewarna alami (natural colour) yang diizinkan oleh pemerintah, memuat perihal nama zat pewarna di Indonesia, nama asing nama makanan yang menggunakan zat pewarna, serta dosis maksimal untuk makanan yang bersangkutan.
bbppl-pewarnaalami2TANAMAN PENGHASIL PEWARNA MAKANAN
Tumbuhan mengandung zat gizi antara lain protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin, mineral, dan air. Selain itu juga mengandung zat non gizi atau zat minor antara lain serat, enzim, pigmen karoten, klorofil, flavonoid, dan senyawa bermanfaat lainnya. Kini, zat gizi dan non gizi telah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai pewarna makanan dan minuman.
Beberapa jenis tumbuhan penghasil zat pewarna untuk makanan dan minuman, yang dapat digunakan secara sederhana , antara lain yaitu:
1. Bayam Merah
Daun bayam merah merupakan proporsi terbesar dari tanaman untuk menghasilkan zat warna merah yang mudah larut dalam air. Cara pembuatannya yaitu daun bayam merah di cuci, kemudian dilumatkan dan diberi air secukupnya, kemudian diaduk-aduk lalu diperas, hingga diperoleh air ekstrak berwana merah. Banyak digunakan sebagai pewarna pada agar-agar.
2. Cabai Merah
Warna merah pada kulit cabai merah yang telah tua dan berwarna merah dapat digunakan sebagai pewarna bahan pangan yang memberikan warna merah. Caranya dengan mengeringkan cabai tersebut kemudian dihancurkan hingga menjadi serbuk dengan tingkat kehalusan tertentu. Serbuk ini akan memberikan warna merah, disamping rasa pedas.
3. Jambu Biji
Sebagai sumber pewarna adalah daunnya yang masih segar, air rebusan daun jambu biji berwarna cokelat kemerah-merahan. Banyak digunakan dalam pembuatan telur pindang juga pembuatan gudeg, caranya daun jambu biji diletakkan pada dasar kuali tanah liat atau wadah lainnya yang digunakan memasak gudeg.
4. Katuk
Daun katuk adalah bagian tanaman katuk yang berguna untuk membuat pewarna. Cara pembuatannya dengan membersihkan daun katuk yang masih segar, dicuci, dikeringkan, dilumatkan dengan ditambah air, lalu diperas dan disaring untuk menghasilkan pewarna hijau. Biasanya dipakai untuk pemuatan tape, kue.
5. Kopi
Buah kopi tua yang berwarna merah merupakan bahan utama dalam memperoleh zat pewarna dari kopi. Warna biji kopi yang telah disangrai dan diolah hingga menjadi bubuk berwarna hitam. Penggunaan bubuk kopi berwarna hitam memberikan pengaruh warna hitam pada minuman.
6. Keluwak
Buah keluwak tua merupakan sumber zat pewarana dari tanaman keluwak. Biji keluwak tua setelah dipanen kemudian diperam hingga kandungan racunnya hilang. Isi biji keluwak itulah yang dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dan memberikan warna hitam pada masakan rawon.
7. Kunyit
Penyiapan pewarna kunyit dapat dilakukan dengan cara membersihkan rimpangnya, dikupas kulitnya, dicuci bersih. Kemudian dilembutkan dengan cara diparut atau diblender, ditambah air secukupnya dan diperas. Air perasan kunyit ini akan memberikan warna kuning. Banyak digunakan dalam pembuatan nasi kuning.
8. Pandan Wangi
Bagian dari tanaman pandan wangi yang berguna sebagai sumber pewarna adalah daunnya. Caranya diambil daun pandan tua yang belum mengering, dicuci, dirajang hingga lembut, untuk memudahkan pelumatan. Pada waktu pelumatan perlu penambahan air secukupnya. Air hasil pelumatan disaring dengan kain penyaring, sehingga diperoleh ekstrak daun pandan yang menghasilkan pewarna hijau, untuk pembuatan kue.
9. Tomat
Sebagai sumber pewarna dapat dimanfaatkan buah tomat masak yang berwarna merah atau kekuning-kuningan. Buah tomat masak dibuang tangkai dan kulitnya, dibersihkan, dipotong kecil lalu diblender. Setelah itu dipisahkan antara cairan dan bahan padatnya. Kedua bahan tersbut dapat dimanfaatkan sebagai campuran pangan penambah warna pada masakan maupun minuman.
10. Ubi Jalar
Daging ubi merupakan bagian tanaman yang berguna sebagai sumber pewarna alami. Pemanfaatan pewarna dari ubi jalar caranya dengan mencampurkan daging ubi jalar dengan bahan pangan yang akan diwarnai, sebelumnya daging ubi jalar dikukus dulu hingga lunak untuk memudahkan saat pencampuran. Dapat memberikan warna ungu, kuning tergantung warna dari daging ubinya. Biasa digunakan dalam pembuatan kue.
11. Wortel
Bagian tanaman yang dipergunakan sebagai pewarna makanan adalah umbinya. Umbi wortel dikerok kulitnya, jika yang digunakan adalah larutan wortel maka sejak awal umbi wortel diproses dengan ekstrak juicer. Sehingga akan dihasilkan cairan berwarna merah jambu yang dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai pewarna minuman.

DAFTAR PUSTAKA
1. C. Hanny Wijaya dan Noryawati Mulyono, 2009. Bahan Tambahan Pangan, PEWARNA,Penerbit IPB Press, Bogor
2. Setjo Pitojo dan Zumiati 2009. Pewarna Nabati Makanan, Penerbit Kanisius. Yogyakarta
3. Wisnu, Cahyadi, 2008. Bahan Tambahan Pangan. PT Bumi Aksara, Jakarta

Membuat Parsel Tanaman


bbppl-parsel1Secara umum parsel diberikan untuk mengungkapkan adanya perhatian. Perhatian tersebut dapat berupa perhatian yang bersifat gembira atau bahagia, misalnya parsel yang dikirim pada saat hari raya, parsel ulang tahun atau sebagai ucapan selamat atas pembukaan kantor baru. Bisa juga untuk mengungkapkan rasa bersalah atau permintaan maaf atas kejadian yang tidak diinginkan maupun tanda simpati terhadap seseorang yang sedang sakit.
Tradisi mengirim parsel telah lama berlangsung, terutama di hari raya. Umumnya parsel yang banyak ditawarkan yaitu parsel makanan, baik makanan kaleng maupun buah segar, atau parsel peralatan rumah tangga. Parsel tanaman akan mempunyai makna yang dalam bila orang yang menerima menyukai tanaman. Tanaman dapat dipajang atau sebagai hiasan di ruang tamu. Tanaman obat pun dapat dirangkai menjadi parsel pada saat kita mengunjungi orang sakit.
Parsel tanaman terdiri dari satu atau beberapa tanaman yang dirangkai sehingga mempunyai penampilan yang menarik. Beberapa tahun belakangan ini parsel tanaman telah mulai digemari, agar pemberian parsel ini bermanfaat, maka pengusaha atau pengirim parsel perlu menyertakan tips cara merawat tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh lebih lama dan bukti perhatian dan kasih sayang pun bertahan lama.Parsel tanaman masih terbilang jarang di Indonesia.
A.    JENIS PARSEL
1.    Parsel Hari Raya
Pada hari raya Idul Fitri, jenis tanaman yang digunakan untuk rangkaian parsel tidak dibatasi, artinya semua jenis tanaman dapat digunakan pada rangkaian ini, sebagai simbol hari raya ini digunakan ketupat, pita, kartu lebaran, beduk atau aksesori lainnya. Nuansa warna yang biasa dihadirkan yaitu hijau, putih dan kuning.
Pada Hari Natal dan Tahun Baru nuansa yang dihadirkan biasanya hijau dan merah, tanaman yang merupakan simbol hari raya ini adalah kastuba dan cemara, aksesorinya berupa pita, lonceng atau kartu ucapan.
Pada Hari raya Imlek atau Tahun Baru Cina parsel tanaman yang dikirimkan biasanya adalah jeruk kit yang berbuah banyak yang menjadi simbol adanya rezeki yang berlimpah. Bisa juga dikirimkan bambu emerald yang diyakini sebagai tanaman pembawa rezeki.
2.    Parsel Ulang Tahun atau Ucapan Selamat
Jenis tanaman yang dipilih disesuaikan dengan hobi atau kegemaran orang yang akan menerima, selain itu jenis tanaman dan aksesorinya dapat dipilih sesuai dengan tujuan pemberian, misalnya untuk anak muda yang sedang jatuh cinta dapat memilih tanaman berwarna merah atau merah muda.
3.    Parsel Peresmian Kantor
Jenis tanaman tidak dibatasi tetapi perlu disesuaikan dengan lingkungan kantor tersebut, bila halamannya luas, dapat dikirim tanaman buah yang cukup besar, tapi bila lingkungan kantor tidak memungkinkan, dapat dikirim dekorasi di dalam ruang kantor seperti tanaman ficus, aglaonema dan lain-lain.
4.    Parsel Simpati untuk Orang Sakit
Parsel tanaman hias yang berbunga indah dapat dimanfaatkan sebagai penyegar dan penghias ruangan di tempat orang yang sakit, kondisi ruangan yang menyenangkan diharapkan dapat membantu proses penyembuhan suatu penyakit.
Selain tanaman berbunga, kepada orang yang sakit, terutama yang tidak dirawat di rumah sakit, dapat diberikan parsel tanaman obat bila kita mengetahui jenis penyakitnya, jenis tanaman obat disesuaikan dengan penyakit yang sedang diderita. Parsel tanaman obat dapat terdiri dari rangkaian beberapa tanaman atau dapat pula ditambahkan bahan yang dapat langsung dikonsumsi, misalnya simplisia (bahan kering) atau kapsul tumbuhan obat serta tips cara pembuatannya.
bbppl-parsel2B.    ALAT DAN BAHAN PEMBUATAN PARSEL
Alat dan bahan untuk pembuatan parsel tanaman adalah sebagai berikut :
1.    Jenis Tanaman
a.    Tanaman Hias
-    Tanaman hias bunga, misalnya anggrek, mawar, krisan, lily, gloxinia, gerbera, azalea, adenium, petunia, violces.
-    Tanaman hias daun, misalnya kaktus dan sukulen, begonia, marantha, dracaena, kastuba, peperomia, ficus, suplir, aglaonema.
b.    Tanaman Buah
Sosok tanaman buah tergolong besar maka perlu seleksi jenis dan ukuran tanaman, tanaman tersebut juga umumnya ditempatkan dalam pot atau drum. Banyak jenis tanaman buah yang dapat dijadikan parsel, terutama tanaman buah dengan bentuk tajuk dan warna buah yang menarik, misalnya jeruk, mangga apel, belimbing, jambu air, jambu bangkok, sawo dan rambutan.
c.    Tanaman Obat
Pemahaman penyakit dan tanaman obat diperlukan dalam merangkai parsel ini, oleh karenanya sebaiknya parsel ini dipesan di kebun obat atau klinik herbal.
2.    Peralatan yang Digunakan
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan parsel umumnya sederhana dan mudah diperoleh, diantaranya : gunting tanaman untuk merapikan, lap kain, spon dan kuas kecil untuk membersihkan serta hand sprayer untuk menyiram atau membasahi tanaman agar tampak segar. Peralatan untuk pembuatan parselnya sendiri adalah : gunting atau cutter untuk memotong aksesori, isolasi, double tip atau lem untuk menempelkan aksesori.
3.    Wadah
Wadah berupa pot mapun keranjang rotan merupakan pendukung utama parsel, ukuran pot disesuaikan dengan ukuran tanaman. Keranjang digunakan sebagai pemanis dan sekaligus untuk menempatkan beberapa macam tanaman, keranjang dapat dipilih yang terbuat dari rotan, bambu atau kayu.
4.    Aksesori
Agar penampilannya lebih cantik, parsel sebaiknya diberi aksesori seperti pita, plastik bercorak, boneka atau patung kecil, pernak-pernik hari raya, kapas, kain atau selendang batik.
C.    MERANGKAI PARSEL
Secara teknis cara merangkai meliputi rangkaian tunggal dan rangkaian gabungan.
1.    Rangkaian Tunggal
Rangkaian ini merupakan rangkaian pot tunggal dengan tanaman yang sudah cukup bagus, baik karena bunga, daun atau bentuk tajuknya. Selain itu, ukuran tanaman pun mempengaruhi penentuan rangkaian tunggal, misalnya tanaman buah yang mempunyai sosok cukup besar tidak mungkin digabungkan dengan tanaman lainnya. Tahap merangkainya adalah sebagai berikut :
-    Pilih tanaman yang bunga, daun atau tajuknya menarik, kondisi tanaman harus sehat. Daun yang kering dibuang dan daun yang kotor dibersihkan.
-    Pilih wadah yang sesuai, dapat digunakan pot biasa dari plastik atau gerabah maupun keramik, kemudian tanaman dimasukkan dalam pot dan diatur hingga rapi. Untuk mempercantik penampilan, pot dapat dimasukkan ke wadah yang estetis.
-    Beri aksesori yang sesuai dengan tema, misalnya pita ketupat untuk parsel Idul Fitri atau lonceng untuk parsel Natal.
-    Sertakan kartu tips dan atau kartu ucapan.
2.    Rangkaian Gabungan
Rangkaian gabungan dipilih karena sosok tanaman yang lebih menarik dirangkai lebih dari satu tanaman, ukuran tanaman yang kecil atau akan dibuat rangkaian terarium. Dibutuhkan keterampilan dalam merangkai beberapa tanaman. Cara merangkainya adalah sebagai berikut :
-    Pilih tanaman yang sejenis atau beberapa jenis dengan warna atau karakter tanaman yang serasi.
-    Pilih keranjang atau wadah lain yang sesuai, baik ukuran maupun bentuknya, untuk menempatkan tanaman.
-    Beri aksesori sesuai dengan tema dan sertakan kartu tips dan atau kartu ucapan.
3.    Terarium
Tanaman yang digunakan sebaiknya tanaman hias daun yang tahan hidup pada kondisi cahaya ruangan dan berukuran kecil serta pertumbuhannya lambat. Dalam pembuatan terarium perlu ditetapkan tema dan harus diperhatikan gradasi atau variasi, kontras dan keseimbangan. Gradasi atau variasi dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman yang bervariasi ketinggiannya. Sebaiknya digunakan elemen yang kontras sehingga menjadi pemanis sekaligus pusat perhatian, contohnya menggunakan tanaman yang memiliki bentuk, tekstur dan atau warna yang berbeda. Tahap pembuatannya adalah sebagai berikut :
-    Siapkan semua alat, wadah, media tanam dan tanaman yang akan digunakan, sebaiknya tanaman disiram terlebih dahulu.
-    Masukkan kerikil, batu kecil dan zeolit kasar, kemudian masukkan sphagnum moss tepat di atas batu kerikil lalu masukkan arang setebal 1 cm, setelah itu masukkan media tanam seperti kompos yang dicampur pasir (perbandingan 1 : 1) dengan ketebalan 70-80% dari total volume media. Tambahkan zeolit halus atau pasir di atas media kompos secukupnya, buat kontur permukaan media dan lubang tanam.
-    Masukkan tanaman satu persatu, agar tanaman bisa berdiri tegak, padatkan media di sekitarnya.
-    Masukkan batu-batu kecil atau pasir halus dan aksesori lain seperti patung kecil, kolam dari gelas kecil kemudian siram dengan menggunakan sprayer.
-    Bersihkan dan keringkan wadah terarium dengan lap atau tisu.
-    Beri aksesori seperti pita, kartu tips pemeliharaan terarium dan kartu ucapan.
4.    Membuat Kartu Tips
Tips dapat ditulis pada kartu yang banyak dijual di toko buku atau dibuat sendiri. Kartu-kartu tersebut umumnya menggunakan kertas yang bagus dan bergambar. Di bagian dalam biasanya ada bagian yang kosong dan dapat ditulis tips merawat tanaman atau tips penggunaan tanaman obat. Kartu tips ini dapat diletakkan di antara tanaman atau diberi pita dan diikat pada wadah tanaman.
Pembuatan parsel tanaman sebaiknya dilakukan pada hari yang sama dengan hari pengiriman, dengan demikian waktu antara merangkai dengan pengiriman tidak terlalu lama. Hal yang dikhawatirkan yaitu tanaman akan layu, sebaiknya sebelum dirangkai tanaman dalam kondisi cukup air.
Pengangkutan yang hati-hati sangat penting, terutama pada parsel terarium, sebaiknya terarium dimasukkan ke dalam boks, kardus atau kotak karton yang kuat untuk melindungi wadah gelas agar tidak pecah. Ruang-ruang kosong di dalam boks perlu diganjal dengan potongan kertas, spon atau styrofoam agar terarium tidak goyang. Selanjutnya penanganan parsel dalam pengiriman harus dilakukan dengan hati-hati.
bbppl-parsel3D.    TIPS MERAWAT TANAMAN PARSEL
Tips perawatan sangat penting agar tanaman yang dikirim tidak mati, namun perawatan disini hanya sebagai petunjuk praktis. Apabila ingin perawatan yang lengkap, buku mengenai tanaman tersebut dapat disertakan dalam parsel yang dikirimnya. Secara garis besar, tips pemeliharaan tanaman parsel adalah sebagai berikut :
1.    Tanaman Hias Bunga
Tanaman berbunga sangat baik digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan, baik pada hari-hari istimewa maupun pada hari biasa. Namun demikian bunga-bunga tersebut akan layu dan gugur karena telah berakhirnya masa berbunga atau kondisi ruangan. Pada umumnya cahaya dalam ruangan tidak mencukupi untuk merangsang tanaman berbunga kembali. Oleh karena itu tanaman perlu dikeluarkan dari ruangan dan ditempatkan serta dipelihara di tempat yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan tumbuhnya. Pada waktu berbunga kembali, tanaman dapat digunakan lagi untuk mempercantik ruangan. Perawatan yang perlu dilakukan terutama adalah penyiraman, pemangkasan dan pemupukan serta menempatkan tanaman di lingkungan yang sesuai suhu, kelembaban maupun pencahayaannya dengan kebutuhan tanaman tersebut.
2.    Tanaman Hias Daun
Tanaman hias daun relatif lebih tahan lama berada dalam ruangan. Semakin tebal helaian daunnya, semakin lama bertahan di dalam ruanngan. Setelah 1 atau 2 minggu, tanaman hias ini perlu dikeluarkan dari dalam ruangan agar mendapatkan sinar matahari langsung. Beberapa tanaman hias daun seperti ficus dan dracaena dapat beradaptasi dengan kondisi ruangan tanpa harus dikeluarkan.
Penempatan tanaman di dalam ruangan perlu disesuaikan dengan kebutuhan cahaya tanaman tersebut. Tanaman yang menyukai sinar matahari yang melimpah seperti kaktus, lidah mertua, cordyline dan sukulen sebaiknya diletakkan di dekat jendela atau pintu. Tanaman yang membutuhkan cahaya sedang seperti aglaonema, anthurium dan marantha dapat diletakkan di dekat jendela yang menghadap ke arah timur atau barat. Tanaman yang membutuhkan cahaya sedikit seperti philodendron dan palem chamaedonea dapat diletakkan di dalam ruangan yang tidak memperoleh sinar matahari langsung. Perawatan yang perlu dilakukan adalah penyiraman, pemangkasan dan pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
3.    Terarium
Terarium sebaiknya diletakkan di dalam ruang yang cukup mendapat cahaya matahari tetapi tidak langsung mengenai dinding wadah. Secara umum tanaman terarium membutuhkan kondisi media tanam lembab tetapi tidak sampai tergenang air. Perlu dilakukan penyiraman secara periodik seminggu sekali, untuk tanaman terarium yang wadahnya tertutup, penyiraman cukup dilakukan 2-6 bulan sekali, tergantung kondisi kelembaban di dalam wadah dan media. Pemangkasan daun dan ranting dilakukan jika tanaman tumbuh berlebih sehingga memenuhi ruang di dalam bejana kaca atau menampilkan pemandangan yang kurang indah. Pemangkasan dilakukan dengan menggunting dahan atau ranting tanaman yang tidak dikehendaki atau telah kering. Selain itu debu dan kotoran sering menempel pada wadah terarium, oleh karenanya perlu dilakukan pembersihan secara periodik.
4.    Tanaman Buah
Bagi penerima parsel, tanaman buah dapat dibiarkan dalam pot atau dipindahkan untuk ditanam di halaman. Penempatan tanaman sebaiknya di tempat yang cukup cahaya matahari. Penyiraman perlu dilakukan bila tidak turun hujan setiap hari atau dua kali sehari bila cuaca cukup panas, penyiraman dilakukan pada pagi dan atau sore hari. Pupuk organik dan anorganik perlu diberikan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan oleh jenis tanaman buah yang diberikan.
5.    Tanaman Obat
Tanaman obat sebaiknya ditempatkan di tempat terbuka, terkena sinar matahari pada pagi hari, misalnya di teras atau di bawah pohon. Penyiraman harus dilakukan secara teratur disesuaikan dengan kondisi cuaca. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos setiap 3-4 bulan sekali.

SUMBER PUSTAKA
Arifin, Hadi Susilo. 2004. Tanaman Hias Tampil Prima. Penebar Swadaya. Jakarta.
Arifin, Nurhayati H dan Agus Handoko. 2004. Terarium. Penebar Swadaya. Jakarta.  
Arifin, Nurhayati H dan Endah Lasmadiwati. 2004. Ungkapkan Dengan Parsel Tanaman.
    Penebar Swadaya. Jakarta.
Iswari, Diah. 2002. Membuat Aneka Parsel. Puspa Swara. Jakarta.
Redaksi Trubus. 2003. Kunci Membuahkan Tabulampot. Penebar Swadaya. Jakarta.

Selasa, 23 Juli 2013

Pundi Desa


bbppl pundi 05bbppl pundi 06
Bila kita mendengar nama sungai citanduy sudah tentu teringat akan terhadap sebuah kota yang sanagat indah bersih,asri rimbun ditunjang oleh masyarakat yang ramah sipapun orang yang datang akan betah dan tumaninah untuk tinggal dikota ciamis.bila kita mau berekreasi ke pantai Pangandaran sudah barang tentu akan melewati kota Banjar serta akan menyebrani sungai Citanduy.pada suatu hari penulis bertemu dengan seorang pemuda yang bernama ABDUL KHOLIQ IBRAHIM beliau adalah orang yang pernah mengikuti kegiatan magang dinegri SAKURA  yang dibiayai oleh departemen pertanian.aku mersa senang yang tidak terhingga sebab meskipun saya wong desa dapat terpilih menjadi peserta perwakilan dari kabupaten Ciamis.setelah selesai mengikuti progam magang saya mempunyai citacita ingin menerapkan ilmu saya pada masyarakat disekitar kampung saya dengan harapan adanya peningkatan pengetahuan,keterampilan dan sikap masysrakat dalam bidang pertanian dengan harapan hasil usaha tani meningkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat 
bbppl pundi 07bbppl pundi 08
meningkat ,pembayaran pajak lancar,PAD meningkat,pembangunan akan lebih cepat dan serempak.atas dukungan dari pemerintah kaupaten kota dan penyuluh,serta Balai Besar Pelatihan PertanianLlembang,terbentuklah tempat pendidikan yang disebut PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) yang bernama BAGUS SANTRI yang beramat JL.PDAM,Dusun Bantar Dawa Rt 01 Rw01 Desa Rajasari Kec Langgensari Kota Banjar 46344.Sejak itulah saya terpilih menjadi pengelola P4S dan mulai bergerak melaksanakan kegiatan penyuluhan,pelatihan dan magang bagi petani.sebab  kehawatiran saya pada saat itu keberadaan sumberdya aya manusia pertanian di pedesaan dalam berusaha tani masih tradisional tidak produktif ,sehingga masyarakat beranggapan usaha dalam  

    sektor pertanian menjadi kurang menarik untuk diusahakan dan dikembangkan,terutama oleh para generari muda.Hal tersebut apabila dibiarkan berlarut tanpa ada penanganan
yang serius dalam penyebaran informasi dan penerapan teknologi pertanian,akan berdampak pada peningkatnya jumlah pengangguran serta urbanisasi yang tidak terkendali.
    Oleh karena itu keberadaan P4S Ikamaja Bagusantri merupakan salah satu alternatif dalam pemecahan masalah yang timbul di masyarakat pertanian di pedesaan,P4S merupakan tempat belajar para petani secara swadaya berupa kunjungan,pelatihan dan permagangan sehingga dapat dijadikan tempat penyebaran teknologi pertanian secara terpadu.
    P4S Ikamaja Bagusantri merupakan hasil kolaborasi antara petani alumni magang Jepang (IKAMAJA) dengan kelompok tani Bagusantri yang bergerak dalam bidang pertanian.dengan segala keterbatasan mencoba mencari solusi untuk mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan,terpadu serta berwaasan agribisnis,sehingga kegiatan berusaha tani lebih prifesional
Tujuan :
P4S Ikamaja Bagusantri bertujuan untuk melahirkan generasi petani yang maju,berwawasan kedepan serta mampu menghadapi persaingan pasar global.
Prioritas pengembangan P4S Ikamaja Bagusantri adalah:
Merancang serta menfasilitasi penumbuhan dan pembinaan usaha tani yang berbasis sumberdaya alam lokal dengan penerapan teknologi tepat guna.
•Menyediakan informasi,konsultasi dan sekolah lapang untuk pemecahan masalah melalui penerapan inovasi dan teknologi bagi para   pelaku usaha tani.
•Melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi tepat guna secara partisifatif bersama-sama dengan petani,kelompok tani dan   penyuluh pertanian.
•Menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang amanah,kreatif dan inofatif sehingga dapat memanfaatkan sumber daya alam secara   maksimal dan bertanggung jawab.
•Membangun sistem usaha agribisnis terpadu dalam upaya peningkatan pendapatan petani pelaku usaha tani.

Fasilitas :
 Fasilitas yang telah dimiliki antarlain:Sertariat,Mesjid,Ruang pertemuan dan rumah peristirahatan,lahan pertanian,kandang kambing  dan sapi,Hend traktor,mesin pompa air,mesin potong rumput,instalasi biogas dan hansprayer.
.
Mitra Bianaan P4S Ikamaja Bagusantri:
•Seluruh petani alumni magang
•Kelompok Tani Cinta Mukti
•Kelompok Tani Guna Tirta
•Kelompok Tani Tunas Mekar
•Kelompok Karang Sari
•Kelomok Tani Langen Reja
•Kelompok Tani Sinar Harapan
•Kelompok Tani Tirta Sari
•Kelompok Tani Tunas Utama
•KWT Bagusantri
•KWT Sri Rahayu
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan :
•Pelatihan petani kakao
•Pelatihan Wanita tani
•Pelatihan Pembuatan Agen Hayat
•Pelatihan Pertanian Organik.
•Pelatihan Petani Pemilik Rawa.
•Penelitian Sistem Rice Intensifikation (SRI).
•Penelitian dan Pengembangan Bahan Bakar Alternatif asal Kotoran Hewan (BIOGAS).
•Penelitian Penggunaan Zat Antraktan pa
•da tanaman mangga.
•Penelitian penggunaan agen hayati pada tanaman kakao.

Susunan Pengurus P4S Ikamaja Bagusantri
Untuk meng efektipkan kegiatan di P4S BAGUSSANTRI disusun Organisasi kepengurusan seperti
Tertuang dalam gambar dibawah ini :Tidak lupa saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan,saran sehingga P4S BAGUSANTRI dapat terwujud,Lebih khusus kepada BBPP Lembang,Widyaiswara BBPP Lembang,dinas pertanian kab,Ciamis,Dinas pertanian kota Banjar,penyuluh pertanian,Kontaktani dan saudaraku IKAMAZA yang tersebar diseluruh pelosok negeri,dengan harapan melalui P4S kita sukseskan pembangunan pertanian Amin.
Demikian hasil obrollan singkat penulis dengan kang ABDUL KHOLIQ IBRAHIM,mohon maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan penulis.

sumber:
http://www.bbpp-lembang.info/index.php/en/arsip/artikel/artikel-pertanian/621-pundi-desa
Bookmark and Share

Membangun Citra Diri Produk Olahan Hasil Pertanian Petani kecil Di Perdesaan

bbppl nurani 3Citra diri dari produk olahan hasil pertanian dari petani di perdesaan masih belum optimal dari penapilan,bentuk,rasa dan keamanan dari produk tersebut,maka dari itu bisnis pengolahan hasil yang dilakukan oleh para petani perlu mendapat perhatian dari petani ataupun pihak lain seperti pemerintah atau para donatur untuk meningkatkan reputasi dimana produk yang akan anda hasilkan akan  mempengaruhi orang lain.Bisnis para petani diperdesaan yang saat ini sudah banyak dilakukan khususnya dibidang pengolahan hasil pertanian telah banyak dilakukan dan dibuat namun masih kalah dengan produk yang dihasilkan sebelumnya atau dibuat oleh pihak lain atau pabrikan,kedepan para petani untuk dapat bersaing dalam produk olahan yang mempunyai ciri,rasa,kemasan yang khas,sehingga mempunyai segmen pasar yang khusus.Untuk memiliki produk andalan yang khusus dan dapat dibanggakan yaitu petani tahu semua tentang bisnis yang dilakukan,tetapi diluar petani untuk mengetahui produk yang dihasilkan sangat sedikit karena kurang memberitahu mereka/konsumen bisa melalui promosi maupun informasi melalui media cetak ataupun media lain yang lebih luas.hal itu tidak berarti para petani yang bergerak di bidang pengolahan harus bersiap-siap untuk dapat menghasilkan produk-produk unggulan yang spesifik yang dapat diminanti oleh para konsumen dari kalangan bawah sampai atas. Menjaga citra diri,tentunya harus diketahui keinginan para konsumen saat masa sekarang maupun yang akan datang. Keberlangsungan produk hasil pertanian diperdesaan dapat dikembangkan dengan memperhatikan Imej atau citra diri yang harus dibangun yaitu:

1.Design Produk.
  Design nyata akan menjadi keistimewaaan yang membedakan sebuah produk.
  Misalnya:Ubi goreng rasa keju,rasa pedas,rasa daging dsb
  Hal ini dapat juga meningkatkan kualitas produk olahan,misalnya rasa yang berpareasi.
2.Warna.
  Warna biasanya adalah faktor yang menentukan penerimaan konsumen atau penolakan dari sebuah produk.Misalnya selai Mangga     mempunyai warna kuning yang bagus.
3.Kualitas produk.
  Kualitas dari produk sangat penting.Sebuah jaminan seperti sertifikasi SNI dapat mempertinggi kualitas produk.Misalnya label     dengan asuransi kualitas,HACCP_,produk telah diuji dan diteliti oleh para ahli.
4.Jaminan Produk.
  Jaminan produk ini sangat penting, produk aman dikonsumsi,bahkan dapat meningkatkan gizi dan kesehatan.
  Misalnya: label kesehatan,label halal,kandungan gizi,masa kedaluarsa.
  Konsumen semakin yakin dan percaya, bahwa produk-produk olahan yang dihasilkan para petani lebih baik dan lebih bagus,lebih     murah,lebih aman,bahkan dapat disandingkan   dengan produk lain yang sejenis.Para Petani diperdesaan diharapkan dapat     meningkatkan pengetahuan,ketrampilan,sikap dan nilai (PKSN) dalam bidang pengolahan hasil pertanian,bisa melalui pelatihan,     permagangan atau studi banding kepada yang telah maju dan berhasil.

Bookmark and Share

Pupuk Mikro Organik

bbppl-mikroJangan pernah abaikan pupuk mikro organik karena selain untuk meningkatkan hasil pertanian dan memperbaiki hara tanah juga sebagai antibodi tanaman terhadap serangan penyakit. Petani kita kebanyakan masih mengandalkan pupuk konvensional seperti urea, SP36, KCL maupun ZA, padahal pupuk tersebut hanya memenuhi sebagian unsur hara makro saja seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) atau Sulfur (S). Padahal setiap tanaman membutuhkan unsur hara makro dan mikro (ada 16 macam) yaitu Hara Makro C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S dan Hara Mikro Fe, Mn, Mo, B, Cu, Zn, dan Cl. Bila semua unsur tersebut tidak mencukupi maka tanaman akan tumbuh tidak normal dan hasil menjadi tidak ada alias gagal. Hara Mikro walaupun dibutuhkan hanya sedikit tetapi keberadaannya sangat penting dan bila tidak diperhatikan maka dapat mempengaruhi hasil panen.

Ada tiga unsur yang sangat menentukan tingkat kesuburan tanah di lahan pertanian yaitu unsur biologi, fisika dan kimia, ketiga unsur ini saling terkait dan harus seimbang. Ketimpangan unsur di dalam kandungan tanah akan mematikan unsur biologi di dalam tanah, tanah menjadi semakin keras dan tidak dapat menyimpan air. Kalau sudah terjadi ketimpangan ini, pemulihannya akan memakan waktu lama dan memakan biaya yang besar. Kekurangan unsur mikro biasanya dijumpai pada tanah masam (pH rendah), dan tanah basa (pH tinggi), tanah mineral berbahan induk masam atau berbahan organik rendah. Tanah yang terus menerus diberi pupuk fosfat kalau sudah jenuh fosfat akan berubah menjadi asam dan semua unsur hara diendapkan menjadi garam fosfat yang tidak bisa diserap oleh tanaman dan tanah menjadi keras menggumpal. Tanah dalam kondisi asam unsur Mikro akan terikat oleh partikel tanah sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Tanah di Jawa sebagian besar cenderung telah jenuh fosfat, beberapa wilayah di Indonesia yang miskin unsur hara mikro terutama Fe, Zn, dan Mn adalah Sulawesi, Maluku, NTT dan NTB. Tanah-tanah diketinggian diatas 700m DPL adalah type latosol atau tanah ber PH rendah, biasanya kandungan unsur mikro juga rendah. Tidak semua daerah dapat digeneralisir karena masing-masing memiliki karakteristik berbeda, di daerah tertentu kandungan mikronya rendah tetapi di daerah lain kandungan mikro tinggi.
 
bbppl-mikro2Umumnya lahan yang terus menerus ditanami tanpa penambahan unsur mikro akan membuat tanah tereksploitasi karena unsur mikro biasanya turut terpanen bersama dengan tanaman, oleh karena itu pupuk mikro wajib ditambahkan disaat mulai persiapan penanaman tanaman dan masa pemeliharaan.  Tanaman umbi-umbian rakus menghisap hara mikro sehingga pemupukan ulang sangat diperlukan setelah panen, demikian pula tanah terbuka luas ditambah ada kemiringan tanah juga membuat hara mikro berkurang karena penguapan dan erosi tanah. Sedikitnya ada 4 unsur mikro yang banyak dibutuhkan oleh tanaman yaitu Boron, Mangan (Mn), Besi (Fe) dan Tembaga (Cu), disamping itu diperlukan juga bakteri pengurai tanah untuk mempercepat mengembalikan kandungan tanah menjadi normal kembali. Sisa daun kering, sampah rumah tangga dan kotoran hewan tidak serta merta dapat disebut pupuk organik karena itu masih bersifat kompos yang kandungan mikro masih rendah. Untuk dapat disebut PUPUK ORGANIK diperlukan pengolahan dan penambahan bahan-bahan lain untuk meningkatkan persentase unsur mikro yang berguna untuk pertumbuhan tanaman dan perbaikan struktur tanah. NPK fermentasi GETOE contohnya, pupuk ini dari kotoran hewan yang dicampur dengan bahan bahan lain yang kemudian difermetasikan agar bakteri pengurai tanah berkembang biak sempurna, pupuk ini berguna untuk recovery tanah yang rusak akibat galian tambang dan unsur mikro tidak hilang walaupun tanaman habis dipanen.